Breaking News:

Berita Tuban

Cabai Merah Jadi Komoditas Termahal di Tuban, Diskoperindag Minta Bantuan Provinsi

Kenaikan harga cabai itu juga terlihat di Pasar Baru Tuban, Kamis (4/3/2021), yang menurut beberapa pedagang karena menipisnya pasokan dari petani.

surya/mochamad sudarsono
Pedagang cabai di pasar baru Tuban menunjukkan stoknya yang masih melimpah karena pembeli mengurangi pembelian akibat harga makin mahal, Kamis (4/3/2021). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Tidak seperti kenaikan harga kedelai yang sempat meresahkan para produsen tempe dan tahu, kenaikan harga cabai beberapa pekan ini memang menggoncang situasi ekonomi. Di Tuban, cabai rawit merah sudah menjadi komoditas pangan termahal karena menyentuh angka Rp 120.000 per KG.

Dengan harga itu, maka para pedagang cabai di Tuban pun serba salah. Mereka berharap mendapat untung dari kenaikan harga itu, tetapi juga cemas karena pembeli pasti akan mengurangi pembeliannya.

Kenaikan harga cabai itu juga terlihat di Pasar Baru Tuban, Kamis (4/3/2021), yang menurut beberapa pedagang karena menipisnya pasokan dari petani. Dan sesuai hukum pasar, harga komoditas akan naik saat persediaan terbatas.

"Sekarang harga cabai sudah melebihi harga daging sapi yang selama terus menjadi yang paling mahal (Rp 110.000 per KG)," kata Galiatun, seorang pedagang asal Kecamatan Tambakboyo.

Ia membenarkan bahwa kenaikan cabai rawit itu terjadi bertahap selama beberapa pekan. Ini juga diikuti beberapa jenis cabai lain, seperti cabai rawit hijau Rp 35.000 per KG, dan cabai keriting Rp 50.000 per KG.

"Sebelumnya cabai rawit merah tidak sampai Rp 120.000, naiknya merangkak terus karena stok dari petani lebih sedikit dibandingkan dengan permintaan masyarakat," tambahnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban, Agus Wijaya mengungkapkan kenaikan cabai selama beberapa pekan terakhir memang disebabkan faktor musim.

Apalagi selama musim hujan ini, para petani tidak bisa menanam cabai lagi. Sedangkan panen cabai yang lalu juga sudah menipis.

Karena itu Diskoperindag akan meminta bantuan ke pemerintah provinsi agar bisa berkoordinasi untuk menekan harga cabai itu. Dengan begitu, pemkab dan pemprov bisa saling mengisi bila ada kelebihan kuota atau suplai cabai.

"Saat ini sering hujan, jadi para petani tidak panen dengan maksimal. Harapannya dengan kordinasi ini, bisa menekan harga cabai di bawah Rp 100.000 per KG," kata Agus. ****

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved