Breaking News:

Berita Lamongan

Air Bengawan Njero Mulai Surut, Tapi 38 Desa di Lamongan Masih Terendam Banjir, Begini Upaya Bupati

Banjir di kawasan Bengawan Njero, Kabupaten Lamongan, berangsur surut. Namun, sebagian desa yang terendam, ketinggian air masih cukup dalam.

SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama Forkopimda saat meninjau desa yang masih tergenang banjir pada Rabu (3/3/2021) kemarin. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Banjir di kawasan Bengawan Njero, Kabupaten Lamongan, berangsur surut. Namun, sebagian desa yang terendam, ketinggian air masih cukup dalam.

Setidaknya banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo ini masih menyisakan 38 desa yang tersebar di 6 kecamatan.

Banjir yang mulai surut itu ada di Kecamatan Turi, Kalitengah, Deket, Karangbinangun, Karanggeneng dan Glagah.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi pada Rabu (3/3/2021) kemarin sore, bertandang menjelajah ke sejumlah wilayah yang terendam banjir dengan mengendarai sepeda motor trail. Ia mengungkapkan, genangan air di beberapa desa diakui masih sangat tinggi.

Untuk meminimalisir banjir di sepanjang Sungai Bengawan Njero, ke depannya akan diusahakan untuk segera diadakan perbaikan pada fasilitas-fasilitas pelayanan yang dianggap tidak layak.

"Pemerintah bersama instansi terkait akan terus berupaya dalam menanggulangi banjir agar secara bertahap supaya bisa segera teratasi, semoga usaha yang telah dilakukan ini dapat berjalan dengan lancar, kata Yuhronur Efendi kepada SURYA.CO.ID, Kamis (4/3/2021).

Yuhronur mengatakan, beberapa fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas perbaikan pasca banjir. Beberapa fasilitas tersebut di antaranya adalah balai desa dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Yuhronur mendapati fasilitas kesehatan dan beberapa fasilitas pelayanan publik seperti Balai Desa Karanganom dan di Karangrejo Pustu-nya sangat tidak layak karena terkena banjir.

Menyinggung perbaikan Balai Desa Karanganom, tahun ini mulai direhabilitasi melalui dana APBD. Ke depannya, akan diusahakan untuk perbaikan pada fasilitas-fasilitas pelayanan yang dianggap tidak layak.
"Mudah-mudahan ini segera bisa kami perbaiki ya, supaya pelayan publik kembali normal dan lebih baik lagi," ungkapnya.

Yuhronur juga mengungkapkan rasa empatinya terhadap desa yang terkena musibah banjir. Sore itu, Yuhronur juga memberi bantuan pada para korban banjir.

Pemerintah, kata Yuhronur, bersama instansi terkait akan berupaya dalam menanggulangi banjir secara bertahap supaya bisa segera teratasi.

Untuk percepatan penanganan banjir sendiri, ungkapnya, sejumlah upaya terus dilakukan diantaranya optimalisasi pintu air dan pompa, perbaikan infrastruktur lokasi yang telah surut, pendirian posko dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Waduk dan rawa sebagai tampungan air akan dikeruk guna meningkatkan kapasitasnya," katanya.

Selain melakukan sidak untuk memantau kondisi ketinggian genangan air dan masyarakat yang terdampak banjir, Yuhronur juga meninjau pelaksanaan bakti sosial pengobatan gratis dan memberikan bantuan sembako untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir.

Saat sidak, Yuhronur Efendi didampingi Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, dan Kapolres AKBP Miko Indrayana. Beberapa desa yang menjadi sasaran peninjauan kali ini yakni Desa Kemlagilor Kecamatan Turi, Desa Bojoasri Kecamatan Kalitengah, dan Desa Karanganom Kecamatan Karangbinangun.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved