Breaking News:

Berita Surabaya

Usai Uji Fungsi, Jembatan Joyoboyo Tak Juga Dioperasikan, DPRD Surabaya: Banyak Warga Kecele

Jembatan Joyoboyo sudah selesai dilakukan uji fungsi bersama tim penguji ITS, namun hingga kini belum juga dioperasikan.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sugiharto
Jembatan Joyoboyo. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jembatan Joyoboyo sudah selesai dilakukan uji fungsi bersama tim penguji ITS seminggu lebih. Namun hingga saat ini, infrastuktur yang dibangun dengan anggaran APBD Rp 39,9 miliar ini belum juga dioperasikan.

"Banyak warga yang kecele. Sebaiknya memang jembatan ini segera difungsikan karena katanya sudah diuji layak. Makanya kami ingin juga mengetahui hasil uji fungsi ini," kata Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono, Rabu (3/2/2021).

Komisi C pun mengagendakan rapat dangan semua pihak terkait atas pembangunan proyek infrastruktur megah ini. Baik Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, rekanan kontraktor, tim penguji ITS, seharusnya bertemu untuk menyampaikan progress dan pemaparan hasil uji fungsi jembatan.

Namun, Rabu (3/3/2021) ini, hanya Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan yang hadir. Baktiono menyayangkannya. Dia tidak ingin proyek jembatan ini terbangun tapi tidak segera dimanfaatkan warga.

Baktiono menyebut, bahwa uji layak jembatan sebaiknya juga dilakukan dalam segala cuaca. Tidak hanya cuaca terang benderang dengan hanya uji beban tonase. Saat hujan dan arus deras harus diuji agar mengetahui persis daya kekuatan jembatan.

"Kami ingin mendengar langsung hasil uji fungsi dari tim penguji dan kontraktor. Banyak jembatan Nasional yang tergerus arus, akhirnya goyang. Jangan sampai sebelum diresmikan sudah goyang dan merugikan warga," tandas Baktiono.

Desakan yang sama disampaikan anggota Komisi C, Sukadar. Apalagi dia sempat meninjau lokasi bahwa hasil fisik jembatan itu meninggalkan catatan. Sambungan antar konstruksi jembatan belum presisi.

"Belum lagi problem drainase di lokasi jembatan. Inspektorat Sebaikya juga harus ikut memperhatikan proyek ini. Kenapa tidak segera dioperasikan. Target awal adalah akhir 2020 kemarin," kata Sukadar.

Hingga saat ini, total nilai proyek Jembatan masih ada yang belum dibayar sebesar Rp 4,2 miliar. Namun, Sukadar sempat mempertanyakan soal tambahan anggaran. Informasinya untuk biaya ornamen.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Erna Purnawati menyebutkan bahwa sisa pembayaran Rp 4,2 miliar itu menjadi perhatian Inspektorat. Inspektorat sendiri masih harus menuntaskan laporan BPK.

Lantas kapan Jembatan Joyoboyo diresmikan, Erna menyebut diserahkan Wali Kota Eri Cahyadi. Erna menyebutkan bahwa selama ini biaya perawatan masih ditanggung kontraktor.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved