Breaking News:

Berita Sidoarjo

Penyelundupan iPhone Senilai Rp 1,5 Miliar Melalui Bandara Juanda Terbongkar

Terhitung ada 268 unit iPhone yang dibawa dari Batam ke Juanda tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabeanan disita oleh petugas.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Petugas saat membeber ratusan barang bukti iPhone ilegal yang diselundupkan melalui Bandara Juanda, Rabu (3/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Penyelundupan iPhone yang bernilai sekitar Rp 1,5 miliar lewat Bandara Juanda terbongkar. Terhitung ada 268 unit iPhone yang dibawa dari Batam ke Juanda tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabeanan disita oleh petugas.

Barang itu dibawa oleh tiga orang penumpang pesawat Lion JT972 dari Batam (BTH) tujuan Surabaya (SUB).

“Pesawat itu mendarat di terminal 1,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda, Budi Harjanto, Rabu (3/3/2021).

Mendapat informasi terkait adanya dugaan penyelundupan ini, menurut Budi, petugas unit P2 Bea dan Cukai Juanda langsung melakukan koordinasi dengan Satgas Pengamanan Lanudal Juanda untuk melakukan pengawasan terhadap para penumpang yang datang.

Hasilnya, ada tiga penumpang pesawat Lion JT972 yang barang bawaannya mencurigakan ketika melewati pemeriksaan X-ray di bandara. Yakni dua koper, dan tiga tas ransel yang dibawa oleh penumpang berinisial HZ, RA dan MM.

Rinciannya, sebuah koper dan ransel yang dibawa HZ berisi 114 iPhone X tanpa dilengkapi kotak dan charger. Kondisi ponsel itu juga bukan baru, alias bekas. Kemudian koper dan ransel yang dibawa RA berisi 104 iPhone X (bekas) tanpa dilengkapi kotak dan charger. Serta ransel yang dibawa MM berisi 15 iPhone 7, 9 iPhone X dan 11 iPhone XR, semuanya bekas dan tanpa dilengkapi kotak dan charger.

“Semua barang itu, diperkirakan nilainya mencapai Rp 1.564.740.000. Dan akibat kegiatan ilegal ini, potensi kerugian negara mencapai Rp 469.422.000,” ungkap Budi.

Dari hasil pemeriksaan petugas, tiga orang yang membawa barang ilegal itu semuanya adalah kurir. Mereka hanya disuruh oleh seseorang untuk membawa barang sampai ke Bandara Juanda, kemudian akan ada yang menerimanya.

Petugas pun masih melakukan pengembangan. Termasuk mencari siapa pemesan barang ilegal itu dan siapa yang mengirimkannya dari Batam. Tidak dipungkiri, ada permainan di sana sehingga barang bisa lolos ke luar Batam.

Karena Batam masuk dalam kawasan bebas, sehingga barang yang dibawa keluar harus dilengkapi dengan dokumen kepabeanan. Dan dalam aturannya, barang impor harus dalam keadaan baru.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved