Breaking News:

Pemprov Jatim

Kawasan Wisata Makam Bung Karno di Blitar Akan Dikembangkan Lewat PSN dengan Anggaran Rp 66,7 Miliar

Gubernur Khofifah mengatakan, kawasan wisata makam Bung Karno akan dikembangkan dan dibangun karena masuk dalam salah satu proyek strategis nasional.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ziarah ke makam proklamator kemerdekaan RI Bung Karno mengajak Bupati Blitar Rini Syarifah dan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso, serta Wali Kota Blitar Santoso dan Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario, Rabu (3/3/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ziarah ke makam proklamator kemerdekaan RI sekaligus Presiden RI pertama Ir Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno, Rabu (3/3/2021).

Tak sendiri, Gubernur Khofifah juga mengajak Bupati Blitar Rini Syarifah dan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso, serta Wali Kota Blitar Santoso dan Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario usai dilakukan serah terima jabatan di gedung DPRD di masing-masing daerah, beberapa jam sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah mengatakan, bahwa kawasan wisata makam Bung Karno ini akan dikembangkan dan dibangun karena masuk dalam salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur.

Proyek itu akan didanai dengan sumber dari APBN dengan nilai Rp 66,7 miliar. Termasuk untuk pengembangan kompleks Makam Bung Karno, Perjuangan PETA dan Kampung Kreatif.

Untuk itu kepada kedua kepala daerah tersebut khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar, Khofifah berpesan, agar pemda memberi dukungan percepatan dan pengembangan yang strategis.

"Ini bisa menjadi gravitasi ideologis, gravitasi sosial ekonomi bahkan secara geopolitik gravitasinya akan luar biasa dari potensi yang dimiliki Kota Blitar ini. Jadi hadirnya makam proklamator Bung Karno di sini, saya berharap akan bisa menyiapkan kawah candradimukanya bagi pemimpin-pemimpin di negeri ini," tegas Khofifah usai mengikuti sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar.

Sehingga Kota Blitar akan menjadi pusat referensi dari pembangunan persatuan, nasionalisme dan proses membangun NKRI. Karena, saat ini sudah tidak ada lagi yang akan mewacanakan hal hal yang tidak berseiring dengan NKRI.

"Nasionalisme dan proses membangun persatuan dalam kerangka NKRI itu adalah sesuatu yang inheren yang hadir dari seluruh ruh pemimpin negeri ini. Kalau bisa disiapkan di Kota Blitar ini, maka gravitasinya akan lebih kuat lagi, terlebih program ini ada di Perpres 80 untuk penguatan Makam Bung Karno," pungkas Gubernur Khofifah.

Dalam sehari ini, Gubernur Khofifah marathon menghadiri sertijab Bupati dan Wakil Bupati Blitar, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar. Ia memang memesankan keduanya untuk segera membedah amanah dalam Perpres No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Timur.

Sebab dalam Perpres 80 Tahun 2019 tersebut ada proyek strategis nasional sebanyak 44 item yang masuk dalam wilayah Kabupaten Blitar dan juga Kota Blitar.

"Untuk Selingkar Wilis dan Lintas Selatan itu tersebar di Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, kemudian Kabupaten Blitar, dan ada satu di Kota Blitar," tegas Gubernur Khofifah.

Dalam 44 proyek pengembangan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan tersebut, dijelaskan Gubernur Khofifah, total nilai investasinya sebesar Rp 41,8 trilliun.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved