Breaking News:

Berita Banyuwangi

Apresiasi Kinerja Perekonomian, Khofifah Ingatkan PR Banyuwangi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasinya kepada kinerja perekonomian Kabupaten Banyuwangi.

SURYA.CO.ID/Haorrahman
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Sugirah melalui rapat paripurna di Gedung DPRD Banyuwangi, Selasa malam (2/3/2021). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasinya kepada kinerja perekonomian Kabupaten Banyuwangi.

Hal itu disampaikannya langsung saat menghadiri serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Sugirah melalui rapat paripurna di Gedung DPRD Banyuwangi, Selasa malam (2/3/2021).

"Semua daerah di negeri ekonominya sempat terkontraksi. Namun dibanding yang lain, kontraksi provinsi kita lebih rendah," kata Khofifah.

Banyuwangi sendiri berhasil menjaga pertumbuhan ekonominya tetap positif selama pandemi kemarin. Pertumbuhan ekonomi tumbuh 1,84 persen pada 2020.

Dari aspek tingkat pengangguran terbuka, Khofifah juga menyebutkan nilai Banyuwangi sebesar 5,34 persen atau lebih rendah dari Jatim sebesar 5,84 persen.

"Termasuk indeks gini, Banyuwangi masih di bawah rerata provinsi. Ini menunjukkan ketimpangan kesejahterannya rendah," ujarnya.

Meski sejumlah capaian mencatatkan prestasi, Khofifah juga mencatat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dengan cepat oleh Banyuwangi. Yakni peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dan angka stunting.

“Stuntingnya memang lebih rendah dibanding rerata provinsi, namun perlu dituntaskan juga karena ini adalah pesan Presiden Jokowi sebagai salah satu indikator perbaikan SDM daerah,” pesannya.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya digitalisasi ekonomi yang dilakukan perlu dilakukan oleh semua daerah. Salah satunya dengan memberdayakan UMKM untuk masuk ke pasar online dan masuk ke proses e-commerce atau perdagangan via online.

“Jack Ma telah memprediksi bahwa pada 2030 semua bisnis di dunia akan dilakukan secara online. Pelaku umkm harus dikenalkan digitalisasi sistem dari sekarang, artinya aplikasi harus segera disiapkan,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved