Breaking News:

Berita Trenggalek

Menteri KP Larang Ekspor Benih Lobster, Pemkab Trenggalek Rencanakan Budidaya

Kabupaten Trenggalek, kata Mas Ipin, punya teluk Prigi yang potensial sebagai tempat budidaya lobster.

SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Perairan di Trenggalek, Pemkab Trenggalek berencana membudidayakan benih lobster. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek berencana membudidayakan benih lobster. Rencana itu muncul setelah Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan larangan ekspor benih bening lobster atau benur.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Perikanan setempat untuk mulai mempelajari soal budidaya lobster.

“Karena kemarin ada statement dari Menteri KP bahwa tidak boleh ekspor, hanya budidaya. Kita seharusnya punya potensi untuk itu,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, Selasa (2/1/2021).

Kabupaten Trenggalek, kata dia, punya teluk Prigi yang potensial sebagai tempat budidaya lobster.

Juga beberapa kawasan pantai selatan lain seperti di wilayah Kecamatan Munjungan dan Panggul.

“Tinggal bagaimana nanti alih teknologinya. Kami akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi atau swasta. Kalau perlu, kita bisa studi banding ke Vietnam,” ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati mengatakan, instruksi untuk menyiapkan pembudidayaan benih lobster telah pihaknya terima.

Saat ini, dinas itu masih mempelajari tentang tata kelola pembudidayaan benih lobster, hingga menjadi lobster ukuran besar.

Menurut Cusi, masyarakat di Kabupaten Trenggalek sudah ada yang memulai untuk budidaya. Namun, proses pembudidayaan itu masih di tingkat lobster ukuran sedang hingga menjadi besar.

“Belum untuk yang budidaya dari benih lobster untuk menjadi lobster. Yang ada, misalnya, dari ukuran sekitar 50 gram atau 100 gram, lalu dibesarkan. Belum ada yang sepenuhnya seperti di Vietnam,” tutur Cusi.

Untuk budidaya benur, menurut Cusi, ada banyak hal yang perlu dipelajari dan persiapkan. Antara lain, tentang tempat dan pakan.

“Kami akan pelajari dulu, sembari menunggu keputusan resmi dari KKP (Kementerian Keluatan dan Perikanan) soal larangan eskpor, dan dorongan untuk membudidayakan,” tutur Cusi.

Perairan selatan Kabupaten Trenggalek memiliki potensi benih lobster yang tinggi. Hal itu bisa dilihat dari ungkapan kasus penyelundupan benur dari perairan Trenggalek.

Seperti diketahui, Menteri Kelauatan dan Perikanan ,Sakti Wahyu Trenggono berjanji akan melarang ekspor benur.

“Benur sudah pasti saya akan melarang ekspor benih lobster. Karena benur itu adalah kekayaan dari bangsa ini, kekayaan dari alam Indonesia,” ujar Trenggono, seperti dikuti dalam video yang diposting pada akun Instagram resmi KKP @kkpgoid dan ditulis di Tribunnews.com, Minggu (28/2/2021).

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved