Breaking News:

Berita Jember

Dicecar Tingginya Angka Kematian Ibu-Anak, Bupati Jember Siap Sinergikan Semua OPD

Yang membuat miris, Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 324 tahun 2020, atau tertinggi dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.

surya/sri wahyunik
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memaparkan perihal AKI dan prioritas penanganannya di Kabupaten Jember saat berpidato di acara serah terima jabatan bupati Jember dan rapat paripurna di DPRD Jember, Selasa (2/3/2021). == 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Baru menjabat sebagai kepala daerah, Bupati-Wakil Bupati Jember periode 2021-2024, Hendy Siswanto-Muh Balya Firjaun Barlaman sudah dihadapkan pada catatan buruk di bidang kesehatan. Yaitu tantangan untuk menekan angka kematian ibu dan anak (AKIB) yang sangat tinggi.

Hal itu terungkap setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri serah terima jabatan bupati dan wakil bupati Jember di gedung DPRD Jember, Selasa (2/3/2021). Serah terima jabatan itu dari Plh Bupati Jember, Hadi Sulistyo kepada Bupati-Wakil Bupati Jember periode 2021-2024.

Setelah serah terima jabatan, langsung diikuti rapat paripurna DPRD Jember dengan agenda penyampaian pidato Bupati Jember dan Gubernur Jatim.

Dalam pidatonya, Khofifah menyampaikan apa yang mendesak dikerjakan Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Hendy-Gus Firjaun. Khofifah menegaskan pentingnya kesinambungan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Khusus untuk Pemkab Jember, Khofifah mengingatkan pekerjaan rumah penting yang harus segera dientaskan yakni stunting, angka kematian ibu dan bayi (AKIB), juga kemiskinan. "Ini serius, sangat serius. Angka stunting di Jember masih tinggi, begitu juga AKIB," tegas Khofifah.

Khofifah membeberkan angka prevalensi stunting di Jember pada 2019 yang berada di angka 37,94 persen dari jumlah balita di Jember. Kemudian Angka Kematian Ibu (AKI) 2020 sebanyak 61 kasus, atau tertinggi di Jawa Timur.

Yang membuat miris, Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 324 tahun 2020, atau tertinggi dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. "Ini harus benar-benar ditangani secara cepat, harus ada intervensi untuk menekan ini. Mohon ini menjadi prioritas," tegasnya.

Khofifah meminta ada pencarian akar persoalan terhadap tiga masalah di atas. Pemkab Jember, lanjut Khofifah, bisa bersinergi dengan pihak perguruan tinggi, juga PKK untuk menanganinya. "Harus ada intervensi secara signifikan," tegasnya.

Bupati Hendy pun menegaskan siap melaksanakan arahan dari gubernur tersebut. "Seperti arahan gubernur ada tiga prioritas penting yang harus kami kerjakan, yakni menangani stunting, angka kematian ibu, dan bayi," ujar Hendy.

Pihaknya akan memaksimalkan kerja PKK, juga Posyandu. Sinergi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana, akan dimaksimalkan. "OPD juga harus memiliki program tersebut," ujarnya.

Hendy mengakui, penanganan tiga masalah kesehatan masyarakat itu memang menjadi program prioritas Hendy-Gus Firjaun. "Kalau ini bisa ditangani, maka Jember bisa maju," tegasnya. ***

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved