Breaking News:

Berita Bangkalan

Matikan HP, Dua Pengusaha di Bangkalan Malah Ajak Petugas Perizinan Kucing-Kucingan

Sedangkan terhadap dua perusahaan lainnya, upaya pemberian peringatan DPMPTSP berakhir di Kantor Kecamatan Kwanyar.

surya/ahmad faisol
Kepala Bidang Informasi dan Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana (kiri) didampingi Bagian Adminstrasi CV Ragil Barep, Rika Patricia (kanan) menempelkan stiker ‘Bangunan Ini Tidak Berizin’ di perusahaan pengisian tabung oksigen khusus medis di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Senin (1/3/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Semangat besar Pemkab Bangkalan membuka pintu untuk penanaman modal pada 2021 memang tidak mudah. Salah satunya akibat keengganan sebagian pelaku usaha melengkapi izin usaha, bahkan terkesan menghindari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan.

Pihak DPMPTSP yang berencana memberi peringatan kepada dua pengusaha, Senin (1/3/2021), belakangan dibuat pusing. Karena dua pengusaha yang ditarget malah mengajak kucing-kucingan atau menghindar.

Dari tiga target perusahaan, hanya satu yang sukses diberi peringatan melalui tempelan stiker bertuliskan, ‘Bangunan Ini Tidak Berizin’. Yakni CV Ragil Barep Oxygen Filling Station di Jalan Sumber Sari Dalam, Desa Banyuajuh Kecamatan Kamal.

Sedangkan terhadap dua perusahaan lainnya, upaya pemberian peringatan DPMPTSP berakhir di Kantor Kecamatan Kwanyar.

"HP (pelaku usaha) tidak bisa dihubungi sejak pagi. Padahal tiga hari sebelumnya, kami berkirim surat dan berkoordinasi dengan mereka," ungkap Kabid Bidang Informasi dan Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana.

Karena tidak mengetahui lokasi persisnya, Jemmi bersama dua stafnya langsung menuju Kantor Kecamatan Kwanyar untuk berkoordinasi. Namun upaya itu juga tidak membuahkan hasil.

"Perangkat Desa Ketetang (Kecamatan Kwanyar) datang juga ke kantor kecamatan, mengaku (kegiatan usaha) itu tidak terdeteksi. Pihak kecamatan juga tidak tahu," jelas Jemmi.

Informasi awal yang diterima DPMTSP, kedua perusahaan tersebut berlokasi di Kecamatan Labang dan Kecamatan Kwanyar. Masing-masing diinformasikan bergerak di bidang jasa distribusi dan bidang ekspedisi kargo.

Jemmi menyampaikan, pengecekan by system terhadap dua perusahaan ‘misterius’ tersebut diketahui, keduanya belum melengkapi komitmen perizinan seperti Izin Lokasi, Izin LIngkungan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

“Mereka hanya mempunyai NIB (Nomor Izin Berusaha)," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved