Berita Kediri
Identitas Wanita 20 Tahun yang Dibunuh di Hotel Kota Kediri Terungkap, Berasal dari Kota Bandung
Ada 6 orang saksi yang telah diperiksa petugas untuk menguak kasus pembunuhan yang berlangsung di dalam kamar hotel.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, KEDIRI - Tim penyidik Polres Kediri Kota telah menemukan alamat M (20) perempuan muda korban pembunuhan di kamar 421 Hotel Lotus, Kota Kediri.
Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo saat dikonfirmasi menjelaskan, petugas telah menemukan alamat korban serta memberitahu keluarganya.
"Kita baru dapat alamatnya di Kota Bandung, Jawa Barat," jelas AKBP Eko Prasetyo, Senin (1/3/2021).

Sementara terkait perkembangan penyidikan kasus pembunuhan saat ini masih dalam penyelidikan petugas.
Setidaknya sudah ada 6 orang saksi yang telah diperiksa petugas untuk menguak kasus pembunuhan yang berlangsung di dalam kamar hotel.
Sementara informasi yang dihimpun awak media, korban datang ke kamar hotel tidak sendirian.
Ada rekan korban yang bertindak selaku pemesan kamar 421.
Baca juga: DPRD Surabaya Rapat Paripurna Gelar Serah Terima Jabatan Wali Kota
Baca juga: BREAKING NEWS Petani Ponorogo Temukan Empat Mortir saat Bersih-bersih Ladang
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Wanita 20 Tahun di Hotel Kota Kediri, Korban Tak Datang Sendirian
Pelaku yang menyewa kamar dari data pihak hotel adalah DK (22) warga Kota Bandung, Jawa Barat.
Sejauh ini masih belum diketahui apakah keduanya masih ada hubungan keluarga atau rekan kerja karena sama-sama dari Kota Bandung.
Korban M dihabisi pelaku hanya beberapa jam setelah check in di kamar 421 di Hotel Lotus pukul 13.00 WIB.
Sementara kasus pembunuhan dilaporkan pihak hotel kepada aparat kepolisian pukul 16.45 WIB.
Kondisi kamar hotel saat olah TKP berantakan yang mengindikasikan ada dugaan perlawanan dari korban M sebelum dihabisi.
Sementara luka-luka yang ditemukan salah satunya di kepala bagian belakang retak.
Korban dihabisi pelaku dengan dipukul kepala bagian belakang dengan benda keras.
Ada dugaan alat untuk menghabisi korban asbak atau botol.
Untuk memastikan penyebab kematian petugas penyidik menunggu hasil otopsi tim medis RS Bhayangkara Kediri.