Breaking News:

Berita Gresik

Polres Gresik Disebut Melempem Tangani Semua Kasus Limbah B3, LSM Ancam Akan Gelar Aksi Demo

Limbah B3 di Kecamatan Cerme yang ditemukan baru-baru ini adalah satu di antara rentetan kasus pembuangan limbah B3 yang tak kunjung ada titik terang.

SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Limbah B3 yang dibuang secara sembarangan di Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme, Gresik. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Sudah lebih dari sepekan penemuan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, namun belum juga menemui titik terang. Bahkan, kinerja Satreskrim Polres Gresik disebut melempem dalam melakukan penyelidikan.

Limbah yang dibuang di lahan kosong itu, lokasinya tidak jauh dari rumah warga, hanya berjarak 10 meter saja. Meski sudah dipasangi garis polisi, sepekan sudah polisi masih memilih bungkam terkait perkembangan penyelidikan.

Sampel limbah dengan bau menyengat itu juga sudah diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga masih belum memberikan jawaban sama sekali. Melalui pesan singkat maupun sambungan seluler, Bayu masih bungkam.

Begitu juga dengan Kanit Tipiter Satreskrim Polres Gresik, Iptu Suparlan masih enggan menjawab.

Dihubungi melalui sambungan seluler, Parlan sapaan akrabnya, mengalihkan panggilan sambungan telepon.

Sementara Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat, Aris Gunawan mengatakan, kinerja polisi masih lamban. Kasus limbah B3 tidak kunjung tuntas.

"Polres Gresik melempem. Limbah mulai Putat Lor Menganti hingga Iker-iker Geger tidak ada yang tuntas," kata Aris, Sabtu (27/2/2021).

Jika terus dibiarkan, pembuangan limbah B3 secara sembarangan di Gresik akan memberikan dampak buruk. Mulai dari dampak lingkungan dan masyarakat sekitar yang lokasinya menjadi tempat pembuangan limbah secara sembarangan.

Pihaknya akan melakukan aksi sebagai bentuk ketidakberdayaan aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini.

"Kami akan aksi demo di Desa Iker-iker," tegasnya.

Limbah B3 di Kecamatan Cerme yang ditemukan baru-baru ini adalah satu di antara rentetan kasus pembuangan limbah yang tidak kunjung menemui titik terang.

Bahkan, lebih dari 100 hari, polisi belum bisa mengungkap kasus pembuangan limbah B3 di area bekas pergudangan di wilayah hukum Polres Gresik, tepatnya di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, sejak pertengahan Oktober tahun 2020.

Kemudian limbah B3 yang ditemukan di Dusun Rayung, Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean. Berlanjut limbah B3 di Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo pada bulan November.

Semuanya menguap begitu saja. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui sejauh mana proses penyelidikan limbah B3 di wilayah hukum Polres Gresik itu.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved