Breaking News:

Berita Bisnis

LPS Sosialisasikan 3T untuk Jaga Kepercayaan Nasabah Perbankan saat Pandemi Covid-19

Kegiatan tersebut digelar guna memberikan informasi mengenai penjaminan simpanan kepada masyarakat.

surya.co.id/rifky edgar
Sekretaris LPS, Muhamad Yusron saat memberikan materi dalam kegiatan workshop secara virtual yang digelar oleh LPS mulai 25-26 Februari 2021. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Guna memberikan edukasi kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan nasabah perbankan saat pandemi Covid-19, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar media workshop secara virtual yang digelar mulai 25-26 Februari 2021.

Kegiatan tersebut digelar guna memberikan informasi mengenai penjaminan simpanan kepada masyarakat.

Yang bertujuan untuk menjaga kepercayaan dan ketenangan nasabah perbankan dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian nasional selama pandemi Covid-19.

"Jadi kami (LPS) secara rutin berkolaborasi dengan media di beberapa wilayah di Indonesia untuk mengadakan kegiatan media workshop dan kegiatan lainnya. Yang tujuannya ialah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Sekretaris LPS, Muhamad Yusron.

Dalam menjaga kepercayaan kepada nasabah tersebut, LPS memberikan sosialisasi 3T kepada masyarakat terkait syarat penjaminan simpanan.

Di antaranya pertama ialah tercatat pada pembukuan bank, kedua tingkat bunga simpanan yang diperoleh nasabah bank tidak melebihi bunga penjaminan LPS, ketiga tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnya memiliki kredit macet).

"Jadi nasabah nanti tidak perlu ragu untuk menabung di bank, karena sudah ada LPS yang menjamin simpanan hingga maksimum Rp 2 miliar per nasabah per bank,"

"Agar simpanannya dijamin, kami imbau kepada para nasabah bank untuk memenuhi syarat-syarat penjaminan simpanan LPS. Syaratnya ialah 3T itu tadi,” jelasnya.

Yusron mengatakan, LPS sebagai otoritas penjaminan dan resolusi bank telah melakukan berbagai kebijakan dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2020 sampai dengan saat ini,

Di antaranya ialah mendapatkan wewenang baru untuk menempatkan dana di bank serta kebijakan relaksasi berupa keringanan denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan oleh bank kepada LPS.

"Kami terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat strategi resolusi bank. Selain itu, beberapa penyempurnaan proses resolusi bank juga dijalankan dalam bentuk percepatan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah bank yang dilikuidasi," terangnya.

Berdasarkan data klaim penjaminan, LPS mencatat per Januari 2021, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per Januari 2021 ialah Rp 1,99 triliun.

Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp 1,62 triliun yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 248.585 nasabah bank.

Dan terdapat Rp 369,5 miliar milik 17.649 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).

"Nasabah diharapkan cermat terhadap tawaran cashback atau pemberian uang tunai. Berdasarkan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor Pasal 42 menyatakan bahwa pemberian uang dalam rangka penghimpunan dana juga termasuk komponen perhitungan bunga. Jika perhitungan cashback dan bunga yang diperoleh nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidak dijamin LPS," tandasnya. (Rifky Edgar)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved