Berita Lamongan

Kabar Duka, Pasutri Lamongan yang Dibacok Membabi Buta Akhirnya Tewas, 1 Dirawat, Ini Kronologinya

Kabar duka datang dari pasangan suami istri (Pasutri) asal Brondong, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang dibacok secara membabi but

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Musahadah
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Lokasi pelaku Taufik menganiaya pasutri asal Brondong, Paciran hingga terluka parah. Saat ini lokasi itu masih terpasang garis polisi, Kamis (18/2/2021) Akhirnya, satu di antara pasutri itu tewas. 

SURYA.co.id, LAMONGAN  - Kabar duka datang dari pasangan suami istri (Pasutri) asal Brondong, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang dibacok secara membabi buta oleh tetangganya. 

Mereka adalah, Sukasri (50) dan Siswo Sumarto (65). 

Setelah bertahan hidup selama sebelas hari, Siswi Sumarto, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit sejak Rabu (17/2/2021).

"Korban atas nama Siswi Sumarto meninggal dunia," kata KBO Satreskrim Polres Lamongan Iptu Turkhan Badri saat dikonfirmasi, Sabtu (27/2/2021). 

Biodata Jhoni Allen Marbun, Kader Demokrat yang Dipecat Setelah Temui SBY: Eks ASN, Ini Kekayaannya

Sosok Agung Sucipto alias Anggu Pengusaha yang Ditangkap KPK, Dekat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Pasangan suami istri ini dibantai membabi buta oleh tersangka Taufik (39), warga Dusun Modo Desa Kebonsari Kecamatan Sukodadi, Lamongan, menggunakan parang (bendo, red).

Taufik tidak terima rumah yang selama ini ditempati dikontrak korban bersama istrinya. 

Korban bersama istri dilarikan ke rumah saki dan  sempat  mendapat perawatan medis di RS Muhammadiyah Lamongan.

Sejatinya korban sudah berhasil dioperasi  akibat luka-luka yang dideritanya, pada bagian wajah kepala, dan lengan . "Korban meninggal dunia di rumah sakit,"katanya.

Kronologi Kejadian

Kondisi pasutri yang ditemukan penuh luka di kamar kos Dusun Modo Desa Kebonsari Kecamatan Sukodadi Lamongan, Rabu (17/2/2021).
Kondisi pasutri yang ditemukan penuh luka di kamar kos Dusun Modo Desa Kebonsari Kecamatan Sukodadi Lamongan, Rabu (17/2/2021). (surya/hanif manshuri)

Seorang saksi, Dwi Warni Indah Wati (50) mendengar jeritan istri korban ketika Taufik menghujamkan golok berulang kali ke tubuhnya dan suaminya.

Namun Indah tidak berani masuk ke rumah kontrakan tersebut.

"Saya hanya mendengar si perempuan itu menjerit minta tolong.

Tapi saya tidak berani masuk dan saya tinggal, " aku Indah.

Adapun kronologi penganiayaan tersebut awalnya Siswo beserta istri dan putrinya menempati rumak kontrakan milik Didik Sugiyanto (56).

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved