Breaking News:

Berita Kediri

Selama 2020, KPPBC Kediri Pidanakan Pelanggar Kasus Cukai ke Pengadilan

Kepala KPPBC Kediri menjelaskan, kasus pidana pertama di bidang cukai yang menjerat tersangka atas nama ZA, warga Jombang.

surya/didik mashudi
Ratusan ribu produk rokok ilegal yang dimusnahkan KPPBC Kediri di Kantor Pos Kota Kediri, Jumat (26/2/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Selama 2020, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kediri telah dua kali melakukan penindakan yang ditindaklanjuti dengan penyidikan.

Suryana, Kepala KPPBC Kediri menjelaskan, kasus pidana pertama di bidang cukai yang menjerat tersangka atas nama ZA, warga Jombang.

"Barang hasil penindakan yang diamankan terdiri dari hasil tembakau berupa Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebanyak 109.400 batang dan sebuah HP," jelas Suryana saat pemusnahan barang bukti di halaman Kantor Pos Kota Kediri, Jumat (26/2/2021).

Total potensi kerugian negara dari kejadian tersebut mencapai Rp 64,9 juta. Tersangka ZA telah divonis satu tahun dan denda Rp 129.8 juta oleh Pengadilan Negeri (PN) Jombang.

Sementara tersangka kasus pidana di bidang cukai kedua atas nama tersangka ILP, juga warga Jombang.
Barang hasil penindakan terdiri dari hasil tembakau berupa Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebanyak 1.200.000 batang, sebuah truk boks dan mobil jenis Daihatsu Grand Max dengan total potensi kerugian negara Rp 711,9 juta.

Saat ini kasusnya masih dalam proses persidangan di PN Jombang. Dijelaskan Suryana, selama 2020 KPPBC Kediri telah melakukan 136 kali penindakan. Sedangkan penindakan yang telah ditindaklanjuti dengan penyidikan, ada dua kasus.

Sementara kasus yang dilimpahkan ke BNN Kota Kediri dan Polres Kediri Kota ada empat dan dua kasus pengenaan SPSA dan penetapan menjadi barang milik negara (BMN) sebanyak 128 kasus.

"Barang yang disita KPPBC Kediri telah dimusnahkan, setelah mendapatkan persetujuan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang. Total nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp 31.534.000," terangnya.

Pemusnahan itu merupakan bukti komitmen nyata fungsi Bea dan Cukai, yakni sebagai trade facilitator, industrial assistance, revenue collector serta fungsi sebagai community protector.

Selain itu Bea Cukai juga bersinergi dengan Kantor Pos, BPOM Kediri serta Karantina Pertanian Kediri. "Kewajiban Bea Cukai melindungi masyarakat dengan cara mencegah masuk dan beredarnya barang berbahaya baik dari sisi keamanan, kesehatan, merusak moral, lingkungan hidup," ungkapnya. ***

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved