Breaking News:

Berita Kediri

Musim Cuaca Ekstrim, Petani di Ngasem Kediri Keluhkan Serangan Hama Kresek Lalat Daun

Sejauh ini sudah ada lebih dari 1 hektar atau sekitar 6,6 persen lahan warga yang ditanami padi terkena penyakit kresek lalat daun.

surya.co.id/farid mukarrom
Para petani di Desa Doko Ngasem Kabupaten Kediri melakukan Gerakan pengendalian hama (GERDAL) 

SURYA.CO.ID, KEDIRI – Para petani padi di Kabupaten Kediri mengeluhkan adanya serangan hama di tengah cuaca ekstrim.

Seperti di Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, para petani mengeluhkan banyaknya serangan penyakit xanthomonas oryzae atau yang biasa disebut kresek lalat daun.

Sejauh ini sudah ada lebih dari 1 hektar atau sekitar 6,6 persen lahan warga yang ditanami padi terkena penyakit kresek lalat daun.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian melaksanakan program bantuan pestisida melalui gerdal.

Gerdal ini adalah Gerakan Pengendalian Hama (GERDAL) oleh kelompok tani yang berada di Desa Doko Kecamatan Ngasem.

Baca juga: Resmi Dilantik Jadi Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko : Kami Siap Buat Lompatan

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kota Malang Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram, Pemilik Warung Menjerit

Baca juga: 925 Personil Polres Ponorogo Divaksin Covid-19 Hari Ini

Muhammad Karim salah seorang petugas penyuluh pertanian Kecamatan Ngasem dan Gurah mengatakan, curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan banyaknya hama penyakit kresek lalat daun.

"Penyakit ini disebabkan iklim yang lembab akibat hujan terus menerus, meskipun hanya menyerang sebagian sawah warga namun kita harus bertindak cepat, sebab jika dibiarkan petani dapat gagal panen atau puso," ujarnya Jumat (26/2/2021).

Melanjutkan menjelaskan, ciri-ciri tanaman padi yang diserang penyakit ini bagian pinggir daunnya berwarna kuning dan kemudian mengering atau terlihat gosong.

“Jika dibiarkan dan tidak segera diatasi maka bisa merambat hingga ke bulir padi yang menyebabkan bulir padi tidak bisa tumbuh secara normal,” imbuh Petugas Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngasem dan Gurah.

Dinas Pertanian memberikan bantuan pestisida jenis Nordox yang dicampur dengan air dan diberikan secara bersama sama kepada seluruh kelompok tani yang lahannya diserang penyakit tersebut.

"Kali ini bantuan berupa pestisida kimia, namun seminggu ke depan kami akan memberikan bantuan lagi berupa pestisida nabati atau agen hayati agar menjadi contoh kepada petani jika pestisida organik juga bisa digunakan untuk membasmi penyakit berbahaya," imbuh Muhammad Karim.

Ia berharap dengan adanya pestisida organik yang di olah dari bahan bahan alami membuat padi tidak mudah terserang penyakit serta hasil dari padinya juga aman untuk kesehatan.

Selain itu, keseimbangan unsur hara dalam tanah masih terjaga sehingga petani bisa melakukan pertanian dalam jangka panjang.

"Selain itu dengan disemprotkan pestisida organik, maka daya tahan tumbuhan akan lebih kebal terhadap serangan penyakit terlebih saat ini sedang dalam cuaca ekstream dengan curah hujan yang tinggi." pungkas Karim.

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved