Breaking News:

Berita Magetan

Mengharukan, Jasad Warga Magetan Ditemukan Bersandar di Dasar Sungai. Sudah Tiga Hari Menghilang

Miran terlihat bersandar di sisi tebing itu dengan mata terpejam seperti sedang tertidur.

surya/doni prasetyo
Jenazah Miran (kiri), warga Dukuh Gentong, Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan terlihat masih bersandar di dinding dasar sungai berkedalaman 15 meter, Jumat (26/2/2021). 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Setelah tiga hari sebelumnya dilaporkan menghilang dari rumahnya, Miran (80), warga Dukuh Gentong, Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, akhirnya ditemukan, Jumat (26/2/2021).

Tim evakuasi sampai terharu karena saat ditemukan, pria tua itu sudah meninggal dengan masih bersandar di dinding dasar sungai berkedalaman 15 meter. Miran terlihat bersandar di sisi tebing itu dengan mata terpejam seperti sedang tertidur.

Jenazah Miran kali pertama diketahui cucunya sendiri, Zamroni yang kembali menelusuri tepian sungai bertebing curam itu. Karena menurutnya, di tempat itulah sang kakek biasanya menikmati pemandangan sambil berjalan atau sekadar duduk-duduk.

"Saya sudah mencari di tempat biasa kakek pergi dan duduk-duduk. Tetapi tidak ditemukan, para tetangga juga tidak mengetahui. Kemudian saya berusaha mencari kakek di sepanjang sungai ini sebelumnya," kata Zamroni.

Saat itu, lanjutnya, ia tak sengaja melihat sesosok tubuh bersandar di dinding dasar sungai yang dalamnya 15 meter, namun medan menuju tempat itu sangat sulit.

"Setelah saya bersusah payah turun ke dasar sungai, ternyata sesosok yang saya lihat dari atas sungai adalah kakek. Namun beliau sudah meninggal, dan badannya melepuh menghitam," kata Zamroni.

Zamroni pun melapor ke kantor desa, yang diteruskan ke polisi, BPBD dan Puskesmas Parang untuk mengevakuasi dan otopsi luar jenazah Miran itu.

Tim yang mencoba mengevakuasi Miran pun harus menempuh perjuangan ekstra, karena jalan menuju tempat jenazah ditemukan sangat sulit dijangkau. Sehingga tim evakuasi dan masyarakat harus mencari jalan memutar sampai 2 KM.

Sesuai keterangan Kapolsek Parang, AKP Suyono, dari hasil olah (TKP dan otopsi luar jenazah, Miran diduga jatuh karena terpeleset dari atas tebing. Karena dari pemeriksaan, ada patah tulang belakang yang membuat pria ini meninggal dunia.

"Setelah diketahui penyebabnya, jenazah kami evakuasi untuk diserahkan kepada keluarganya," kata Suyono.

Suyono mengakui, proses evakuasi jenazah sangat sulit, karena harus berjalan memutar. Dan turun dari atas langsung ke TKP jenazah, sangat curam dan berbahaya. ***

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved