Breaking News:

Berita Bangkalan

Di Era Kebebasan Pers, PWI Bangkalan Sebut Marwah Jurnalis Terkoyak, Martabat Meredup

Kondisi itu menjadi tantangan untuk tetap menyajikan pemberitaan akurat, proposional, dan profesional dalam aktifitas jurnalistik

surya/ahmad faisol
Polres Bangkalan beserta jajaran dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangkalan menggelar Penutupan Hari Pers Nasional (HPN) Ke-75, Jumat (26/2/2021). Penutupan juga diramaikan olah raga bersama di lapangan polres. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Perjuangan untuk menegakkan marwah dan martabat jurnalis di tengah era kebebasan pers sekarang, semakin berat. Dengan banyaknya berita rekayasa (hoaks) di media massa dan media sosial (medsos), profesi jurnalis ikut dipertaruhkan, agar tidak keluar dari koridor saat membuat pemberitaan yang edukatif untuk masyarakat.

Pernyataan bernada keprihatinan itu disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bangkalan, Moh Amin saat penutupan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) Ke-75 di Polres Bangkalan, Jumat (26/2/2021).

Amin memberi apresiasi kepda Polres Bangkalan beserta jajaran dan unsur Forkopimda Bangkalan atas terselenggaranya penutupan HPN itu. Polres dan Forkopimda Bangkalan mengemas puncak peringatan HPN melalui Olahraga Bersama dengan para jurnalis dari beberapa organisasi kewartawanan di Bangkalan.

Amin mengungkapkan, di tengah fenomena kebebasan pers saat ini, setiap orang bisa memiliki media. Kondisi itu menjadi tantangan untuk tetap menyajikan pemberitaan akurat, proposional, dan profesional dalam menjalankan aktifitas jurnalistik.

“Di era kebebasan pers saat ini, marwah dari jurnalis terkoyak, martabat dari jurnalis mulai redup. Kenapa? Hal itu disebabkan banyak wartawan abal-abal atau wartawan CNN alias wartawan Cuma Nanya Nanya, tetapi tidak pernah ada beritanya,” ungkap Amin disambut tepuk tangan para undangan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto berserta seluruh pejabat utama dan para kapolsek, Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron, Dandin 0829 Bangkalan Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo.

Juga Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Dodi Hermanto, Ketua Pengadilan Negeri Masykur Hidayat, Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad, hingga perwakilan Forkopimda.

“Profesi jurnalis tengah diuji. Kami harus berupaya menjaga, bagaimana marwah dan jurnalis tetap menjadi profesi terhormat. Profesi yang bisa mencerdaskan masyarakat, itu sangat penting,” tegas Wartawan Harian Duta Masyarakat itu.

Amin berharap, HPN Ke-75 ini bisa menjadi momen bagi semua insan pers di Bangkalan untuk tetap berada dalam koridor fungsi dan etika jurnalistik dalam setiap menyajikan hasil peliputan. “Kita dituntut memberi informasi edukatif, faktual, akurat, update, dan tetap berpegang etika jurnalistik,” harapnya.

Sehingga dalam menyajikan pemberitaan, lanjutnya, insan pers juga andil dalam upaya menangkal dan memerangi berita-berita hoaks yang saat ini cenderung masif di banyak media massa maupun medsos.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved