Breaking News:

Biodata Sugirah Wakil Bupati Banyuwangi Dampingi Ipuk Fiestiandani, Pertama Kali Petani Jadi Wabup

Inilah profil dan biodata Sugirah, Wakil Bupati Banyuwangi yang mendampingi Bupati Ipuk Fiestiandani selama periode 2021-2024. 

Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
Istimewa
Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah saat debat publik Pilbup Banyuwangi 2020, Sabtu (21/11/2020). 

Penulis: Arum | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.CO.ID - Inilah profil dan biodata Sugirah, Wakil Bupati Banyuwangi yang mendampingi Bupati Ipuk Fiestiandani selama periode 2021-2024. 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 17 kepala daerah di Jawa Timur dilantik hari ini, Jumat (26/2/2021).

Pelantikan 17 kepala daerah di Jawa Timur ini dibagi menjadi 3 sesi, pertama dimulai pukul 09.00-12.00 WIB.

Baca juga: Biodata Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi yang Dilantik Hari ini, Alumni UNJ dan Ini Prestasinya

Baca juga: BREAKING NEWS 6 Kepala Daerah di Jatim Resmi Dilantik di Sesi Pertama, Berikut Daftarnya

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan H. Sugirah saat menuju Gedung Grahadi jelang Pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota Di Jawa Timur 2021 sesi pertama, Jumat (26/2/2021).
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan H. Sugirah saat menuju Gedung Grahadi jelang Pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota Di Jawa Timur 2021 sesi pertama, Jumat (26/2/2021). (surya.co.id/ahmad zaimul haq)

Sesi kedua, dimulai setelah pelaksanaan shalat Jumat, yakni 13.00-15.00 WIB.

Sementara sesi terakhir baru digelar pukul 16.00-18.00 WIB. 

Pada sesi pertama pagi tadi, ada 7 kepala daerah yang dilantik, satu di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Sugirah.

Berikut biodata Sugirah berdasarkan wawancara SURYA.CO.ID pada 17 September 2020 lalu. 

Lahir di Banyuwangi

Calon Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah saat debat publik Pilbup Banyuwangi 2020, Sabtu (21/11/2020).
Calon Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah saat debat publik Pilbup Banyuwangi 2020, Sabtu (21/11/2020). (Istimewa)

Sugirah, merupakan warga Dusun Krajan, Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung.

Ia lahir di Banyuwangi, Jawa Timur pada 1 Februari 1964. 

Nama Sugirah bukanlah orang asing bagi masyarakat Banyuwangi.

Dulunya petani

Ia seorang petani yang memulai usahanya dari nol dengan turun langsung menggarap lahan pertaniannya.

"Selama ini tidak ada petani tulen yang menjabat sebagai Wakil atau Bupati Banyuwangi.

Jika Sugirah terpilih, akan jadi pertama kalinya petani menjadi Wakil Bupati Banyuwangi," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banyuwangi, Agil Ahmadiono, dalam Gesah Tani, bersama kelompok petani kawasan utara (Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, dan Licin), di Dusun Gatog Desa Taman Suruh, Banyuwangi, Kamis (17/9/2020).

Kini, pernyataan Agil pun menjadi kenyataan, Sugirah resmi dilantik menjadi Bupati Banyuwangi, mendampingi Ipuk Fiestiandani.

Agil mengatakan sangat mengenal Sugirah.

Selama 20 tahun, Agil bersama Sugirah aktif di KTNA dan HKTI.

"Sugirah berasal dari buruh tani. Keluarganya juga petani. Menjadi anggota DPRD Banyuwangi yang diurusi juga pertanian. Sudah saatnya petani duduk di pimpinan legislatif," kata Agil.

Agil menjelaskan, dengan pengalaman Sugirah selama ini, akan menjadi solusi dalam mengoptimalkan pertanian di Banyuwangi.

Pernah jadi anggota DPRD Banyuwangi

Sementara saat itu Sugirah mengatakan, tidak menyangka bisa dipilih untuk mendampingi Ipuk Fiestiandani maju ke Pilkada 2020 sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.

"Saya sudah 3 periode menjadi anggota DPRD Banyuwangi dan bidangnya di pertanian."

"Sebenarnya saya mau pensiun, tapi ternyata saya dipanggil dan ditunjuk mendampingi Bu Ipuk. Jadi saya harus siap," kata Sugirah.

Rencana program kerja Sugirah di sektor pertanian

Sugirah mengatakan, berdasarkan pengalamannya selama ini, banyak program disiapkan untuk memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satunya penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir menjadi jawaban pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Di antaranya melalui program Kampung Tani, pertanian yang berbasis wisata dan pertanian organik.

"Melalui Kampung Tani, kesejahteraan petani melalui pertanian organik dan program terintegrasi dari hulu ke hilir akan mampu terangkat," kata Sugirah.

Sugirah mencontohkan, untuk meningkatkan produksi padi di kawasan selatan, penanaman menggunakan metode organik, sehingga produksinya sudah mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.

Selain metode organik juga menggunakan rotasi tanam, di mana pada masa-masa tertentu petani menanam holtikultura, untuk menjaga kualitas tanah.

“Saya ini petani dari nol. Tangan dan kaki saya berlumpur."

"Saya bekerja di bawah terik matahari. Jadi paham A sampai Z soal pertanian. Ini yang akan terus kami tingkatkan programnya untuk kesejahteraan petani,” paparnya.

Siapkan program unggulan di 100 hari pertama kerja

Setelah resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Sugirah menyebutkan, mereka sudah menyiapkan program prioritas dalam 100 hari pertama.

Program unggulan di 100 pertama yang akan dilakukan Bupati Ipuk dan Wakil Bupati Sugirah adalah keduanya akan ngantor di desa.

Hal itu dilakukan untuk mendekatkan diri pada masyarakat sehingga lebih cepat belanja masalah, dan lebih cepat dan tepat dalam memberikan solusi untuk masyarakat.

"Untuk 100 hari pertama, kami akan fokus mengantor di desa. Selama pandemi kami kurangi kerja di kantor dan kami akan lebih banyak kerja di lapangan," kata Bupati Ipuk.

Jadi, selama seratus hari pertama bekerja, 30 persen akan dilakukan di kantor dan 70 persen kerja kerja akan dilakukan di lapangan.

"Dengan ngantor di lapangan, kami akan tahu kondisi di lapangan. Terutama mereka yang terdampak Covid-19," tegas Bupati Ipuk.

Lebih lanjut, istri mantan Bupati Abdullah Azwar Anas ini juga menyebutkan, bahwa tagline mereka di pemerintahan ke depan adalah menjaga kesinambungan.

Mereka siap untuk melanjutkan program-program yang memang sudah baik selama 10 tahun, dan siap membenahi program yang harus diperbaiki dan yang masih kurang optimal.

"Ke depan kami akan fokus bagaimana Kabupaten Banyuwangi bisa sukses menghadapi pandemi Covid-19. Khususnya di bidang ekonomi, pendidikan dan pariwisata," tegasnya.

Guna mengembalikan kemajuan dan kepercayaan masyarakat pada pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Bupati Ipuk juga siap tancap gas.

Dikatakannya, baru-baru ini pihaknya juga telah meluncurkan Banyuwangi Festival Hybrid Concept. Yang disiapkan untuk kembali mempromosikan pariwisata Banyuwangi.

"Kami akan mengupayakan bagaimana pariwisata Banyuwangi bisa bangkit lagi di tengah terpaan pandemi Covid-19," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved