Breaking News:

Berita Lifestyle

Bertabur Sakura Merah, Desainer Elizabeth Njo Kreasikan Kimono untuk Perayaan Cap Go Meh

Back to Basic. Tema itu yang diadaptasi desainer Elizabeth Njo untuk kreasi kimononya pada perayaan Cap Go Meh.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/habibur rohman
Desainer Elizabeth Njo dan teman satu geng kompak kenakan kimono sakura merah buatannya dalam perayaan Cap Go Meh. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Back to Basic. Tema itu yang diadaptasi desainer Elizabeth Njo untuk kreasi kimononya pada perayaan Cap Go Meh.

Tampak kimono hitam dengan potongan asimetris itu dikenakan oleh enam orang termasuk dirinya.

Namun, yang menarik adalah bagaimana kimono tersebut dikreasikan menjadi beberapa look agar tidak sama.

"Sebenarnya kimono ini basic sekali. Perpaduan antara Cina dan Jepang," terang desainer yang juga akrab disapa Afen itu.

Perpaduan Cina dan Jepang diwujudkan Afen dalam beberapa hal.

Misalnya saja, untuk aksen Cina, ia menekankan pada kain dan kancing.

"Kimono ini saya buat dari brokat cina serta kancing cina yang identik digunakan dalam pembuatan cheongsam. Namun, saya sengaja tidak membuat cheongsam, supaya kimono ini bisa digunakan untuk acara-acara lain, baik formal maupun santai," jelas Afen.

Baca juga: Musim Cuaca Ekstrim, Petani di Ngasem Kediri Keluhkan Serangan Hama Kresek Lalat Daun

Baca juga: Resmi Dilantik Jadi Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko : Kami Siap Buat Lompatan

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kota Malang Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram, Pemilik Warung Menjerit

Sementara untuk aksen Jepang, Afen mengatakan kalau kimono sendiri sudah mewakili.

Ditambah motif sakura merah yang juga perpaduan antara Jepang dan Cina.

"Sakura memang sengaja saya buat merah karena saya sesuaikan dengan tempat. Kalau tetap memakai warna pink, tidak akan menyala. Selain itu, merah juga lambang kejayaan atau kemakmuran di Cina," tuturnya.

Afen menerangkan, kimono tersebut memang sengaja dipesan untuk perayaan Imlek beberapa waktu lalu.

Namun, karena bersamaan dengan adanya PPKM, ia dan teman-temannya memutuskan untuk mengenakannya saat perayaan Cap Go Meh saja.

"Meski kimononya kembar, tapi kami punya style masing-masing supaya tidak sama. Kalau saya, dipadukan dengan inner dan fishnet stocking. Teman saya ada juga yang dibikin style sabrina. Satunya lagi, dibikin basic outer," papar Afen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved