Breaking News:

Berita Tulungagung

48 Hektare Aset Pemkab Tulungagung Bekas Sungai Ngrowo Masih Dikuasai Warga, DPKP Mendata Ulang

48 hektare lahan bekas Sungai Ngrowo banyak dipakai warga dengan mendirikan bangunan permanen di atasnya

SURYA.CO.ID/David Yohanes
Petugas DPKP Tulungagung memasang patok di lahan bekas Sungai Ngrowo. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Tulungagung mencatat ada 78 hektare lahan bekas Sungai Ngrowo, yang dikenal dengan istilah kali mati.

Dari jumlah itu, 30 hektare sudah berhasil didata dan dicatatkan dalam aset Pemkab Tulungagung.

Sedangkan 48 hektare lainnya masih dalam proses pendataan.

Petugas DPKP terus memasang patok tanda batas kali mati tersebut.

Sementara hasil dari pendataan, banyak lahan yang sudah berubah fungsi menjadi hunian.

“Banyak dipakai warga dengan mendirikan bangunan permanen di atasnya,” terang Kepala DPKP Tulungagung, Anang Pratistianto, Jumat (26/2/2021).

Anang menegaskan, bangunan bermanen di atas bekas Sungai Ngrowo itu melanggar Peraturan Pemerintah nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Selain itu juga melanggar Peraturan Menteri PUPR Nomor 8/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Irigasi.

Bangunan yang didirikan mulai dari rumah hunian, toko, ruko dan pergudangan.

“Tahun ini kami mendata 30 hektare lagi. Dari proses pendataan itulah diketahui bangunan permanen di atasnya,” sambung Anang.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved