Berita Malang Raya

Tingkatkan Laba di Masa Pandemi, Koperasi Setia Budi Wanita Malang Raih Penghargaan

Koperasi Wanita Setia Budi Wanita (SBW) Malang masuk dalam kategori 100 koperasi besar Indonesia.

Foto Istimewa Koperasi Wanita Setia Budi Malang
Ketua Umum Koperasi Wanita Setia Budi Malang, Sri Untari Bisowarno, mendapatkan penghargaan 100 Koperasi Besar di Indonesia. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Koperasi Wanita Setia Budi Wanita (SBW) Malang masuk dalam kategori 100 koperasi besar Indonesia. Ini menjadi penghargaan yang diterima untuk ketiga kalinya.

Penghargaan ini diterima langsung Ketua Umum Koperasi Wanita Setia Budi Malang, Sri Untari Bisowarno, Selasa (23/2/2021).

Acara ini sekaligus diisi dengan launching Buku dan Award 100 koperasi Besar Indonesia.

Untari pun menyambut penghargaan ini dengan penuh syukur.

"Dengan sangat gembira kami menerima ini, karena ini bagian daripada penghargaan yang bisa kami terima dari komunitas besar koperasi Indonesia," kata Untari dikutip dari keterangan tertulis yang diterima SURYAurya.co.id, Rabu (24/2/2021).

"Alhamdulillah, kami kembali mendapatkan apresiasi. Ini melengkapi prestasi yang kami terima dari berbagai lembaga, baik itu tingkat nasional regional. Alhamdulillah selalu mengisi ruang-ruang prestasi di republik ini," lanjut Untari.

Baca juga: Soal dan Jawaban SBO TV SD Kelas 4 Kamis 25 Februari 2021: Sebutkan 5 Contoh Aktivitas Ekonomi

Baca juga: Dzikir Pagi Sesuai Sunnah Rasul Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan Viral di TikTok

Baca juga: Hasil Atalanta vs Madrid: Menang Tipis, Los Blancos Kewalahan Hadapi 10 Pemain La Dea

Peraih gelar Doktor di Universitas Brawijaya Malang ini menerangkan, koperasi yang dipimpinnya ini merupakan bentuk implementasi dari nilai-nilai Pancasila dan Trisakti Bung Karno.

"Dalam Trisakti itu ada daulat politik, kemandirian ekonomi dan kemudian berkepribadian dalam bidang kebudayaan," katanya.

"Kami mencoba untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dan gagasan dari Trisakti Bung Karno itu bukti dalam bentuk koperasi dengan model sistem tanggung renteng. Sistem tanggung renteng sendiri sebenarnya berbasis kepada nilai-nilai Pancasila, menerjemahkannya di dalam praktek kehidupan sehari-hari," terang Untari.

Koperasi yang beranggotakan 10.000 anggota ini, sebut Untari, mampu bertahan menghadapi masa pandemi.

Terbukti, koperasi mampu menaikkan SHU dan aset, meski keadaan ekonomi sedang terpuruk.

"Asetnya Rp 112 miliar dan omzetnya Rp 130 miliar. Alhamdulillah, di masa pandemi seperti ini aset naik, SHU naik, tabungan naik, hanya omzetnya agak turun karena memang kami tahan untuk tidak kami lepas. SHU-nya naik sekitar 4 persen dari total tahun kemarin pertumbuhannya 44 persen itu asetnya naik 3 persen," tutur Untari.

Di samping itu, sebagai Ketua Umum Dewan Koperasi Nasional, Untari mengajak koperasi-koperasi besar untuk menggerakkan koperasi pada sektor riil.

Artinya, memberikan pembinaan pada koperasi-koperasi lainnya agar bisa berkolaborasi, tumbuh dan besar bersama.

"Melalui forum koperasi besar Indonesia ini kita akan mengajak semua teman-teman koperasi besar ini untuk menggerakkan koperasi pada sektor riil, yang di situ sudah bicara tentang bagaimana digitalisasi dan transformasi koperasi," katanya.

"Kami berharap koperasi-koperasi besar lainnya melakukan itu, melakukan pembinaan pada koperasi lainnya agar mereka ikut tumbuh bersama. Saatnya kita kolaborasi berbagi keberhasilan agar kemudian nantinya semuanya bisa besar," tegas Untari yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim ini.

Untari mengaku terus melakukan kegiatan-kegiatan, sebab menurutnya Dekopin sebagai organisai induk koperasi tidak boleh tidur, bahkan ia tengah mempersiapkan koperasi milenial.

"Dekopin itu adalah asosiasi gerakan koperasi. Dia tidak boleh tidur, dia harus tetap ada. Sejak Munas Makassar sampai sekarang, kami terus melakukan kegiatan yang tidak pernah berhenti kegiatannya secara terus menerus melalui webinar. Ini sedang kita siapkan untuk koperasi milenial, proses sertifikasi BNSP," jelas Untari yang juga Sekretaris DPD PDIP Jatim ini.

Acara ini dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi, Idiolog dan Senior Koperasi Indonesia Prof Sri Edi Swasono serta seluruh penerima penghargaan yang berasal dari seluruh Indonesia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved