Breaking News:

Berita Bisnis

PLN Gelar Sosialisasi Konsultasi Publik Penyusunan Studi AMDAL Proyek Jawa Bali Connection 500 kV

Kedua proyek itu merupakan rangkaian pekerjaan Mega Project Kelistrikan Jawa Bali Connection (JBC) 500 kV.

Foto Istimewa PLN
Kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Publik sebagai bagian tahapan penyusunan Dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) untuk pekerjaan proyek pembangunan SUTET dan GITET 500 kV Paiton – Banyuwangi dan SUTT 150 kV Kalipuro New – Incomer (SUTT 150 kV Situbondo – Banyuwangi) 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali II (UIP JBTB II) laksanakan Sosialisasi dan Konsultasi Publik sebagai bagian tahapan penyusunan Dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) untuk pekerjaan proyek pembangunan SUTET dan GITET 500 kV Paiton – Banyuwangi dan SUTT 150 kV Kalipuro New – Incomer (SUTT 150 kV Situbondo – Banyuwangi).

Kedua proyek itu merupakan rangkaian pekerjaan Mega Project Kelistrikan Jawa Bali Connection (JBC) 500 kV.

Mengingat kegiatan dilakukan dalam masa pandemic COVID 19, Sosialisasi dan Konsultasi Publik dilakukan dengan tetap mematuhi protocol kesehatan melalui pembagian waktu kegiatan menjadi dua kali yaitu pagi dan malam hari.

Sosialisasi digelar di Kantor Kelurahan Kalipuro, kemudian dilanjutkan di Kecamatan Kalipuro pada malam harinya.

Sosialisasi & Konsultasi Publik dihadiri oleh perangkat Desa dan Kelurahan, Camat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, serta warga dan tokoh masyakarat desa yang dilalui pekerjaan tersebut yaitu Desa Ketapang, Desa Bulusan dan Kelurahan Kalipuro.

Teofilus Kasih Madona, Pejabat Pengendali K3L UIP JBTB II, menyampaikan bahwa kegiatan konsultasi publik ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 28.

"Dalam tanggung jawab kami menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan, dalam hal ini adalah GITET dan SUTET yang melewati wilayah Kelurahan Kalipuro, konsultasi publik dilakukan sebagai sarana untuk mengetahui pendapat dan persepsi masyarakat terhadap rencana proyek, mendapat umpan balik, khususnya masyarakat yang terkena dampak langsung" terang Teo, Rabu (24/2/2021).

Disampaikan juga oleh Teo, penyusunan dokumen Studi AMDAL ini sebagai pemenuhan komitmen untuk memperoleh Ijin Lingkungan sebelum kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan.

Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat dengan memberikan informasi, penjelasan dan edukasi yang jelas dan mudah dicerna mengenai infrastruktur ketenagalistrikan yang akan dibangun.

Penjelasan secara lengkap diberikan kepada masyarakat meliputi fungsi, rencana titik jalur transmisi, macam bentuk SUTT, SUTET, GITET dan luasan wilayah yang dibutuhkan untuk lahan konstruksinya, hingga informasi mitos dan fakta mengenai kehidupan yang berada di bawah jalur yang dilewati ataupun berada disekitar infrastruktur ketenagalistrikan dibangun.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved