Breaking News:

Berita Lamongan

Musibah Banjir di Lamongan Semakin Meluas Hingga ke 6 Kecamatan, 4.156 Rumah Warga Terendam Air

Jumlah kecamatan yang terendam banjir di Kabupaten Lamongan semakin bertambah.

SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Kondisi banjir di Lamongan yang meluas hingga ke 6 kecamatan, Kamis (25/2/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Jumlah kecamatan yang terendam banjir di Kabupaten Lamongan semakin bertambah.

Sebelumnya melanda di 5 kecamatan, kini banjir meluas hingga di 6 kecamatan. Sementara rumah yang tergenang jumlahnya juga bertambah.

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan, ke 6 kecamatan yang masih terimbas luapan sungai Bengawan Njero tersebut adalah Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah, Turi dan Karanggeneng.

"Ada 37 desa yang terendam banjir di 6 kecamatan tersebut, " kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin pada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Sedangkan jumlah rumah warga yang terendam di 6 kecamatan ini bertambah menjadi 4.156 rumah, yang dihuni 4.324 KK.

"Kalau kecamatan yang paling banyak rumah warga terendam adalah Kecamatan Turi, mencapai 1.632 unit rumah," kata Muslimin.

Selain rumah dan jalan desa, banjir yang terjadi di Lamongan juga menenggelamkan lahan tambak, dengan usia ikan yang siap panen. Dengan luas tambak terimbas mencapai 1.375 hektare.

Ketinggian air yang menggenangi rumah warga antara 5 hingga 50 sentimeter, sementara ketinggian air yang menggenangi jalan antara 30 hingga 80 sentimeter.

Kondisi banjir yang terjadi di kawasan Bengawan Njero ini diakui oleh Kades Gambuhan, Kecamatan Kalitengah, Ahmad Yasin.

Banjir menggenangi jalan desa dan areal tambak milik warga yang berisi ikan siap panen.

Akibatnya, selain aktifitas terganggu, korban juga rugi karena rumah tergenang. Warga juga banyak yang mengalami gagal panen ikan karena diterjang banjir.

Yasin menyebut, banyak motor warga yang mogok saat melintas di jalan desa yang kebanjiran. Sementara, kendaraan roda empat juga enggan melintas karena takut terperosok.

Menurut Yasin ada banyak kerugian yang dialami masyarakat. Bahkan sebagian di antara warga ada yang terisolir.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved