Breaking News:

Citizen Reporter

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Buat Aplikasi SIPASI untuk SDN Penanggungan

Akun guru dapat mengirimkan materi berupa pdf, word, dan lainnya. Guru juga dapat menginput nilai siswa sesuai kelas yang diajar.

Editor: Titis Jati Permata
Citizen Reporter Nuri Riskian
Pembuatan aplikasi SIPASI SDN Penanggungan. 

Citizen Reporter Nuri Riskian
Mahasiswa Sastra Indonesia
Universitas Negeri Malang
Nuririskian1@gmail.com

SURYA.CO.ID, MALANG - Kampus Merdeka menjadi salah satu solusi yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) Nadiem Makarim.

Program itu merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial.

Kampus Mengajar Perintis (KMP) 2020 selesai dilaksanakan Senin (18/1/2021) setelah mahasiswa menyelesaikan laporan akhir.

Kegiatan itu merupakan sebuah kegiatan sosial mahasiswa untuk membantu guru SD mengajar dan mendampingi selama tiga bulan di masa pandemi.

Kegiatan itu diikuti 2.500 mahasiswa yang berasal dari berbagai prodi dan universitas di Indonesia.

Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian mahasiswa.

Konsep dari program itu adalah mahasiswa memiliki kesempatan untuk menempuh pembelajaran di luar program studi.

Tujuh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang berkesempatan untuk membantu di SDN Penanggungan, yaitu Fika Aghnia Rahma, Nuri Riskian, Nurul Faiza, Tanty Tsamrotunnaja, Intan Dewi Khusna, Lukky Reza Rahmadani, dan Umniya Juman Rosida.

Banyak hal yang menjadi pelajaran bagi mahasiswa ketika melaksanakan KMP 2020.
Itu menjadi salah satu yang perlu dibantu oleh mahasiswa KMP 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved