Breaking News:

Berita Surabaya

4 Bocah di Surabaya Nekat Begal, Pemilik Dihajar lalu Motor Dibawa Kabur, Hasilnya Buat Pesta Miras

Kapolsek Rungkut, Kompol Hendry Ibnu (kiri) didampingi Kanit Reskrim Polsek Rungkut, Iptu Djoko Soesanto mengintrogasi pelaku kejahatan anak-anak.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Parmin
surya.co.id/firman rachmanudin
Kapolsek Rungkut, Kompol Hendry Ibnu (kiri) didampingi Kanit Reskrim Polsek Rungkut, Iptu Djoko Soesanto mengintrogasi pelaku kejahatan anak-anak yang berhasil diungkap. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Empat bocah nekat melakukan begal pengendara motor.

Dua dari empat pelaku berhasil ditangkap polisi.

Ironisnya mereka beralasan hasil aksi kejahatannya itu untuk berpesta minuman keras (miras).

Awalnya mereka berputar-putar keliling Surabaya Timur, cari sasaran pengendara motor seumuran, empat bocah ingusan ini nekat melakukan aksi kejahatan pembegalan.

Dua dari empat pelakunya berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Rungkut Surabaya.

Mereka masing-masing adalah  YSP (16) warga Rungkut Menanggal Surabaya dan MNF (16) warga Rungkut Kidul Surabaya.

Sedang dua lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Saat beraksi, mereka mengincar pengendara motor honda beat street L 5266 MR, ketika melintas di Outer East Ring Road (OERR) Gunung Anyar Surabaya, Agustus lalu.

Melihat pengendaranya seumuran, empat bocah ini kemudian menghentikan korban di tempat yang sepi sambil mengancam jika ia korban pernah berurusan dengan kelompok mereka.

Empat bocah itu lalu mengancam korban dan memintanya untuk turun dari atas motornya.

"Korban sempat tidak mau turun. Namun para pelaku anak-anak ini menghajarnya hingga korban tersudut dan motor yang dikendarainya dikuasai para pelaku dan dibawa kabur," kata Kapolsek Rungkut, Kompol Hendry Ibnu didampingi Kanit Reskrim Polsek Rungkut Surabaya, Iptu Djoko Soesanto, Kamis (25/2/2021).

Setelah berhasil mendapatkan motor incarannya. Para pelaku anak-anak lalu bergegas menjual motor hasil kejahatan itu ke seorang penadah di wilayah Semampir Surabaya.

"Saat ini masih kami lakukan pengejaran," imbuh Hendry.

Polisi pun masih lakukan pengembangan terhadap kemungkinan pelaku lain yang masih dalam kelompok remaja tanggung itu.

Semenyara itu, MNF yang merupakan otak pelaku kejahatan itu memang masih berusia belasan tahun.

Namun, ia yang putus sekolah sejak Sekolah Dasar itu memenuhi lengan kirinya dengan tatto untuk menambah kesangarannya saat beraksi.

"Sebelum beraksi mabuk dulu sama anak-anak. Baru cari sasaran," akunya.

Sedangkan hasil penjualan moror sebesar 1,5juta itu dibaginya rata dengan hasil 300 ribuan sementara sisanya untuk pesta miras.

"Dapat uang ada buat bayar kos-kosan. Lalu sisanya buat jajan rokok. Sama pesta miras lagi," tandasnya.

Kedua pelaku anak-anak ini nantinya akan dijerat pasal 365 KUHP dengan cara dan aturan perundang-undangan yang mengatur tindakan kejahatan anak-anak.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved