Berita Sumenep
Pencuri di Sumenep Ngawur, Tidak Dapat Sapinya, Patungnya pun Dibawa Kabur
Raibnya sepasang patung sapi yang sudah ikonik di Desa Pangarangan itu, membuat warga dan pengendara yang biasa melintas heran
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, SUMENEP - Kalau pelakunya adalah spesialis maling ternak, maka pencurian sepasang patung sapi kerap di Desa Pangarangan, Kecamatan Sumenep hilang, Rabu (24/2/2021), termasuk ngawur.
Karena memang dua patung sapi di Monumen Patung Sapi Kerap di depan Lapangan Giling, sudah tidak ada di tempatnya dan digantikan dua pot tanaman.
Raibnya sepasang patung sapi yang sudah ikonik di Desa Pangarangan itu, membuat warga dan pengendara yang biasa melintas heran. Padahal setiap hari orang melihat patung saat melintasi Lapangan Giling.
Bahkan seorang tukang becak yang biasa mangkal di dekat tempat monumen tersebut, juga mengaku kaget. "Saya tidak tahu, tetapi biasanya patung sapi itu ada meskipun satunya sudah rusak," kata Zainal, salah satu abang becak.
Sementara Kepala Desa (Kades) Pangarangan, Miskun Legiyono mengakui bahwa monumen patung sapi itu masuk wilayahnya. Ia juga tidak tahu kapan dua patung sapi kerap itu hilang, dan apa tujuan pelakunya.
"Tidak tahu sejak kapan hilang setelah satunya roboh, kalau orang tidak bertanggung jawab kan tidak menghilangkan itu," kata Miskun saat dikomfirmasi.
Pihaknya mengaku jika patung tersebut sudah dikelola desa dan akan dianggarkan perawatan melalui APBdes 2022 mendatang.
Terpisah, Plt Sekretaris Disparbudpora Sumenep, Imam Bukhari mengatakan bahwa lapangan Giling sudah dikelola Pemdes setempat yaitu Desa Pangarangan. "Sejak tahun 2018 lapangan giling bukan kewenangan kami, dan sudah menjadi kewenangan desa setempat," kata Imam Bukhari. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/patung-sapi-di-sumenep-hilang.jpg)