Breaking News:

Berita Lamongan

Musibah Banjir Berkepanjangan di Lamongan, 62 Desa di 5 Kecamatan Kembali Terendam Air

Terhitung sudah 3 bulan ini, musibah banjir berkepanjangan dirasakan warga Lamongan.

SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Kondisi banjir yang merendam 62 desa di 5 kecamatan, di Lamongan. Ini banjir jilid 3 yang membuat aktivitas warga lumpuh, Rabu (24/2/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Terhitung sudah 3 bulan ini, musibah banjir berkepanjangan dirasakan warga Lamongan. Memang sempat surut, namun kini banjir kembali mengepung 62 desa di 5 kecamatan.

Puluhan desa yang terendam, adalah desa yang dilintasi sungai Bengawan Jero.

Banjir kali ini terjadi karena akibat meluapnya Sungai Bengawan Njero, anak Sungai Bengawan Solo. Di antaranya, Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah dan Turi.

Data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan, banjir menerjang 62 desa di 5 kecamatan.

Sungai Bengawan Njero meluap, karena tak mampu menampung air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir ini.

Hingga Rabu (24/2/2021), banjir masih terjadi di 62 desa di 5 kecamatan.

"Ini banjir jilid 3 dan saat ini terdata sebanyak 62 desa kebanjiran, " kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin kepada SURYA.CO.ID, Rabu (24/2/2021).

Sama seperti banjir yang sempat terjadi dalam tiga bulan ini, banjir di Lamongan juga menggenangi rumah warga dan jalan-jalan poros desa.

3.592 rumah warga yang dihuni 37.12 Kepala Keluarga (KK) terendam banjir.

Jumlah rumah terendam terbanyak ada di Kecamatan Turi yaitu, 1.632 rumah, di Kecamatan Deket ada 649 rumah, Kecamatan Kalitengah 519 rumah, Kecamatan Karangbinangun 449 rumah dan Kecamatan Glagah 343 rumah.

Ketinggian air banjir yang menggenangi rumah warga juga terbilang sama, yaitu antara 30 hingga 50 cm.

Selain itu, banjir juga menggenangi jalan poros desa dan poros dusun yang ada di 5 kecamatan tersebut dengan ketinggian air banjir yang menggenangi jalan antara 20 hingga 80 cm.

"Total kerugian akibat banjir ini ditaksir lebih dari Rp 35 M," ungkap Muslimin.

Para pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor, kendaraanya banyak yang mogok karena terjebak ketinggian air banjir.

Untuk mengatasi banjir ini, lanjut Muslimin, pihaknya terus mengoptimalkan pompa air untuk memompa air dari Bengawan Njero menuju Bengawan Solo.
Pengoptimalan pompa dilakukan seiring dengan masih tingginya curah hujan agar banjir bisa segera surut.

"Banjir di Bengawan Njero ini akibat curah hujan beberapa hari terakhir yang cukup merata, sehingga membuat waduk dan rawa debit airnya penuh. Seperti Waduk Gondang yang limpahannya sudah setinggi 28 cm," pungkas Muslimin.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved