Breaking News:

Berita Pasuruan

Keluarga Jadi Pusat Penyebaran Covid-19 Tertinggi di Pasuruan, Kebanyakan Ibu Rumah Tangga

Dari data terakhir yang didapatkan, jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang terpapar Covid-19 dari klaster keluarga mencapai 730 orang

surya/galih lintartika
Para pasien Covid-19 mengikuti kegiatan dalam perawatan di empat karantina yang disiapkan oleh Pemkab Pasuruan. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Pencegahan penularan Covid-19 sudah seharusnya dimulai dari keluarga sendiri. Tetapi di Kabupaten Pasuruan, pusat penularan justru kebanyakan dari dalam keluarga, karena banyak orang berstatus OTG (orang tanpa gejala) yang tidak melakukan isolasi mandiri dan rentan menulari yang lain.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan mencatat, hingga saat ini, penularan virus Corona tertinggi berasal dari kluster keluarga. Dari data terakhir yang didapatkan, jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang terpapar Covid-19 dari klaster keluarga mencapai 730 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Ani Latifah mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari ibu rumah tangga, kepala keluarga, anak-anak dan lansia (lanjut usia).

Sedangkan di urutan kedua adalah dari klaster perusahaan 543 orang, dari klaster SDM (sumber daya manusia) kesehatan sebanyak 197 orang

Setelah itu, klaster perkantoran sebanyak 105 orang, dan sisanya warga Kabupaten Pasuruan dari beragam profesi. "Paling banyak dari klaster keluarga. Kebanyakan ibu rumah tangga, kemudian kepala keluarga atau bapak, anak-anak dan lansia," kata Ani.

Menurut Ani, yang harus diwaspadai adalah penyebaran di internal keluarga, sebab pasien positif dengan kategori OTG (orang tanpa gejala) justru sangat rentan. "Ini sangat bahaya, apalagi tidak melakukan isolasi mandiri secara baik di rumah. Karena tanpa gejala, mereka bebas beraktifitas dengan warga lain," papar Ani.

Ia mencontohkan ada salah satu anggota keluarga yang terinfeksi Covid-19 dan tanpa gejala. Kondisi itu akan menjadi bibit penyebaran bagi yang lain. "Makanya klaster keluarga yang harus kita antisipasi bersama,” terangnya.

Sementara Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menegaskan akan mengevaluasi pelaksanaan isolasi mandiri di rumah. Evaluasi itu dilakukan, karena masih banyak kasus yang terjadi akibat kontak erat dari keluarga yang terkonfirmasi Covid-19.

“Protokol kesehatan harus dijalankan mulai dari keluarga. Jaga jarak kalau ada yang sakit dengan gejala mirip Covid-19 dan pakai masker, sering cuci tangan. Kalau keluar rumah wajib pakai masker.” terang Irsyad.

Lebih lanjut, Irsyad mendorong satgas di setiap RT juga harus betul-betul dimanfaatkan dengan baik. Selalu mengutamakan koordinasi dan kerja sama dalam menjaga warganya masing-masing.

“Di setiap RT dan RW sekarang harus ada satgas apabila ada warga yang butuh bantuan terkait Covid-19. Diminimalisir sedemikian rupa agar setiap warga juga menjadi tangguh menghadapi pandemi yang hingga kini belum juga selesai,” paparnya.

Sekadar informasi, jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang terpapar Covid-19 mencapai 2939 orang. Dari jumlah tersebut, 2.565 orang dinyatakan sembuh, dan 211 meninggal. ****

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved