Breaking News:

Berita Tulungagung

Kasus Pupuk Palsu, Polres Tulungagung Menetapkan Satu DPO

AN diduga menjadi pihak yang pertama mengedarkan pupuk jenis Phonska palsu di wilayah Kecamatan Tanggunggunung

SURYA.CO.ID/David Yohanes
Pupuk Phonska palsu (dalam wadah) disandingkan dengan pupuk yang asli. 

Karena AN dianggap tidak kooperatif, Satreskrim Polres Tulungagung menetapkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.

"Dia kami tetapkan sebagai DPO saksi, akan ditetapkan sebagai tersangka," tegas Didik.

AN diduga menjadi pihak yang pertama mengedarkan pupuk jenis Phonska palsu di wilayah Kecamatan Tanggunggunung.

AN menggunakan kendaraannya menyuplai pupuk palsu itu ke toko-toko dengan sistem dititipkan.

Para petani kemudian membeli pupuk itu, dengan sistem bayar di belakang.

"Dia berperan sebagai distributor, tapi kami yakin legalitasnya juga tidak punya," ungkap Didik.

Penyidik kesulitan menghubungi AN karena nomor ponselnya mati sejak dua bulan lalu.

Didik mengaku telah meminta tolong warga untuk melapor, jika melihat keberadaan AN.

Penjelasan AN akan sangat penting untuk mengungkap asal pabrik pupuk palsu itu.

"Sampai sekarang pabrik pupuk palsu itu belum diketahui. Karena itu kami perlu AN untuk mengungkap asal usul pupuk itu," ucap Didik.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved