Breaking News:

Berita Tulungagung

Kasus Pupuk Palsu, Polres Tulungagung Menetapkan Satu DPO

AN diduga menjadi pihak yang pertama mengedarkan pupuk jenis Phonska palsu di wilayah Kecamatan Tanggunggunung

SURYA.CO.ID/David Yohanes
Pupuk Phonska palsu (dalam wadah) disandingkan dengan pupuk yang asli. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Penyidik Unit Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Satrekrim Polres Tulungagung menetapkan AN (56), warga Kecamatan Pucanglaban sebagai buron.

Pemilik usaha transportasi ini berstatus sebagai saksi dalam perkara peredaran pupuk Phonska palsu.

Menurut Kasi Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Didik Riyanto, penyelidikan peredaran pupuk palsu ini telah memeriksa 9 saksi dan 3 ahli.

"Dari pada saksi akhirnya mengerucut ke nama AN. Dia masih berstatus sebagai saksi," terang Didik, Rabu (24/2/2021).

Penyidik sudah dua kali memanggil AN untuk dimintai keterangan.

Namun dua kali pula AN mangkir, tidak menghadiri panggilan.

Polisi kemudian menerbitkan Surat Perintah Membawa, namun AN tidak ada di rumahnya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan perangkat desa. Mereka menyatakan, N sudah dua bulan tidak lagi tinggal di rumahnya," sambung Didik.

Penyidik juga telah meminta keterangan istri AN.

Yang bersangkutan juga menjelaskan, suaminya tidak pernah pulang selama dua bulan terakhir.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved