Breaking News:

Berita Jember

Dua dari Empat Santriwati Jember Korban Longsor Pamekasan, Berasal dari Keluarga Miskin

Kepala Desa Dukuh Mencek, Nanda Setiawan membenarkan bahwa dua orang warga desanya menjadi korban dalam musibah tebing longsor itu.

BPBD Jatim for Surya
Dari atas, kondisi Pesantren Annidhomiyah, Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan yangmengalami longsor, Rabu (24/2/2021). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Empat orang santriwati asal Kabupaten Jember juga menjadi korban longsornya tebing di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean Pamekasan Madura, Rabu (24/2/2021). Keempatnya adalah santriwati di Pondok Pesantren Annidhamiyah di desa setempat.

Tiga dari empat orang satriwati itu dipastikan meninggal dunia, dan satu selamat. Keempat orang itu, masing-masing, dua orang berasal dari Kecamatan Sukorambi, dan dua dari Kecamatan Sumberjambe.

Keempat santriwati itu adalah Siti Komariyah (16), asal Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe; Santi (16) dan u Nur Azizah (12), warga Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, dan Nurul Qomariyah (15), warga Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe.

Tiga orang korban meninggal dunia adalah Siti Komariyah, Santi, dan Nur Azizah. Sedangkan Nurul mengalami patah tulang, dan dirawat di Puskesmas Pasean.

Kepala Desa Dukuh Mencek, Nanda Setiawan membenarkan bahwa dua orang warga desanya menjadi korban dalam musibah tebing longsor itu.

"Benar, ada dua warga kami yang turut menjadi korban. Semuanya santriwati. Mereka bertetangga, dari RT yang sama," ujar Wawan, panggilan Nanda Setiawan, ketika dihubungi SURYA, Rabu (24/2/2021).

Hingga pukul 15.30 WIB, jenazah dua warga Desa Dukuh Mencek itu belum tiba di rumah duka. Santi dan Nur Azizah merupakan anak dari warga RT03/RW05 Dusun Botosari, Desa Dukuh Mencek.

"Mereka bertetangga. Bahkan ada satu orang yang masih kecil, usianya 12 tahun itu (Nur Azizah), baru tahun kemarin berangkat mondok, setelah lulus SD," tutur Wawan.

Santi merupakan anak ketiga atau anak bungsu dari pasangan Abdul Azis, dan Sutik. Sedangkan Nur Azizah anak keempat dari pasangan Samak dan Murani.

"Saat ini, kami menunggu kedatangan jenazah keduanya. Keduanya berasal dari keluarga miskin. Karenanya, nanti kami akan membuatkan surat keterangan, supaya mendapatkan bantuan. Katanya akan ada bantuan dari Pemprov Jatim," imbuhnya.

Pihaknya juga memberikan bantuan kepada dua keluarga tersebut. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember juga sudah menunggu di rumah duka. BPBD juga menyalurkan bantuan sembako untuk keluarga santriwati itu.

Seperti diberitakan SURYA, tebing setinggi sekitar 70 meter di Dusun Jepun longsor, Rabu (24/2/2021) sekitar pukul 02.00 WIB. Tebing yang longsor itu bersebelahan dengan Pondok Pesantren Annidhamiyah.

Lima orang santriwati disebut menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, dan satu orang terluka. ****

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved