Breaking News:

Berita Madiun

Awalnya Eksperimen, Box Motor Buatan Warga Madiun Sudah Menembus Pasar Luar Negeri

Setelah sekitar tujuh tahun memproduksi box motor, Bayu telah melayani pesanan dari berbagai wilayah Indonesia dan ke luar negeri

surya/rahardian bagus p
Warga Kota Madiun, Bayu Aji Rusbandriyo menunjukkan box motor produksinya yang menjadi rekomendasi para pecinta motor, Rabu (24/2/2021). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Hobi tidak sekadar kesenangan yang menyatukan banyak orang, tetapi juga bisa menjadi pekerjaan yang menguntungkan. Itu kembali dicontohkan dari ketekunan warga Kota Madiun, Bayu Aji Rusbandriyo (30), yang malah bisa menjadi pengusaha box motor customized berkat hobi touring sepeda motor.

Memang ada penurunan omzet selama masa pandemi Covid-19, karena banyak kegiatan touring atau pertemuan yang dibatasi. Tetapi Bayu masih mampu memproduksi box motor di showroom miliknya di Jalan Kapten Tendean (PG Kanigoro), dan tetap mampu menjual banyak item.

Ditemui SURYA, Rabu (24/2/2020), Bayu menceritakan awal ia merintis usaha itu. Bungsu dari dua bersaudara ini mengaku menjadi pecinta touring sejak duduk di bangku sekolah. Sebagai pecinta touring, ia juga ingin memodifikasi motornya Yamaha Vixion miliknya dengan menambah aksesoris box motor.

"Dulu saya ingin punya box motor merek Givi, harganya sekitar Rp 15 juta. Tetapi karena
nggak punya uang, saya berinisiatif untuk membuatnya. Lantas saya mendesain sendiri, lalu pergi ke tukang dan akhirnya jadi," tutur Bayu.

Setelah box hasil eksperimennya dipasang di motor, ternyata teman-temannya sesama pecinta motor touring banyak yang tertarik untuk memiliki box motor customized itu. Pria lulusan SMK Farmasi Bina Farma Kota Madiun ini pun kemudian menjualnya, dan ia mulai menyadari bahwa ada yang bisa didapatkan kalau menekuni bisnis baru itu.

Hingga akhirnya pada 2014 ia mulai mencoba menjual box motor. Ada sebagian yang dibeli dari pabrikan, namun ia juga menjual box motor produksinya sendiri.

Untuk produk box motor yang diproduksi sendiri, Bayu memberinya merek Javatech. Ia mengklaim, dari segi kualitas bahan dan desain tidak kalah dengan merek pabrikan yang lebih dahulu beredar di pasaran.

"Bahan-bahannya sama, alumunium, stainless dan galvanis. Kualitas dan kekuatannya nggak kalah," kata Bayu sambil berdiri di atas box motor produksinya untuk membuktikan kekuatan bahan.

Keunggulan lain dari produk Javatech yaitu, konsumen bisa memilih desain, bahan, ukuran serta warna sesuai keinginannya. Selain itu harga jual sangat terjangkau, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

"Saya menjual produksi saya ini antara Rp 650.000 hingga Rp 2,8 juta per item. Tergantung ukuran dan bahan yang digunakan," jelasnya.

Setelah sekitar tujuh tahun memproduksi box motor, Bayu telah melayani pesanan dari berbagai wilayah Indonesia dan ke luar negeri. "Kalau ditanya paling jauh pesanan dari mana, pernah Malaysia dua kali dan juga dari India. Kalau dari Indonesia, hampir menyeluruh, seperti Jakarta, Bandung," katanya.

Bayu mengatakan, kunci kesuksesannya adalah mengutamakan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Selain itu, ia juga selalu memilih bahan baku berkualitas. "Bagi kami, kepuasan dan kepercayaan dari konsumen adalah yang utama," tegasnya.

Saat ini, Bayu telah memiliki empat orang pegawai yang bekerja di showroom miliknya. Dalam sebulan, ia bisa menjual hingga 20 set box motor.

Jumlah tersebut, kata Bayu, jauh berkurang selama masa pandemi Covid-19. Akibat pandemi banyak event komunitas dan kegiatan touring motor dibatalkan sehingga mempengaruhi omzetnya.

Sedangkan untuk pemasaran dan promosi, Bayu mengaku memanfaatkan media sosial dan juga marketplace. Selain itu, Bayu juga memiliki beberapa reseller yang ikut membantu memasarkan produknya. ***

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved