Breaking News:

Update Tanggapan BCA Soal Kasus Terima Dana dari Salah Transfer Pria di Surabaya Dipidanakan

Berikut update kasus seorang pria di Surabaya dipidanakan gara-gara berawal dari BCA Citraland salah transfer Rp 51 juta.

Kolase SURYA.co.id/Firman Rachmanudin/Kompas.com
Pihak BCA menanggapi pemberitaan terima dana transfer pria di Surabaya dipidanakan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berikut update kasus seorang pria di Surabaya dipidanakan gara-gara berawal dari BCA Citraland salah transfer Rp 51 juta.

Update kali ini datang dari Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn.

Hera mengatakan, sehubungan dengan adanya pemberitaan mengenai salah transfer yang dilakukan BCA Citraland, dapat kami sampaikan bahwa pelaporan tersebut dilayangkan oleh mantan karyawan BCA dan saat ini karyawan tersebut sudah tidak bekerja di BCA.

"BCA sebagai lembaga perbankan telah menjalankan operasional perbankan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga: Kronologi BCA Citraland Salah Transfer Rp 51 Juta ke Makelar Mobil Mewah, Penerima Jadi Terdakwa

Namun demikian BCA tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan," demikian tanggapan BCA kepada SURYA.co.id (grup Tribunnews.com), Selasa (23/2/2021).

Adik terdakwa Ardi Pratama, Tio Budi Satrio didampingi tim kuasa hukum mencari keadilan terhadap proses hukum kakaknya, Senin (22/2/2021).
Adik terdakwa Ardi Pratama, Tio Budi Satrio didampingi tim kuasa hukum mencari keadilan terhadap proses hukum kakaknya, Senin (22/2/2021). (SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin)

Sebelumnya, Ardi Pratama (29) warga Manukan Lor Gang I, Kota Surabaya, tak pernah menyangka akan berurusan dengan pihak kepolisian.

Pria yang hari-hari bekerja sebagai makelar mobil mewah itu harus menerima keadaan dirinya menjadi terdakwa atas kasus salah transfer dana yang terjadi pada 17 Maret 2020 lalu, senilai Rp 51 juta.

Dalam bukti lembar mutasi, uang senilai Rp 51 juta itu merupakan setoran kliring BI yang masuk ke dalam rekening Bank Central Asia (BCA) Ardi.

Ardi pun mengira, jika uang yang masuk ke dalam rekeningnya itu merupakan komisi penjualan mobil mewah yang dijanjikan oleh pemilik mobil usai unitnya terjual.

"Uang itu memang digunakan oleh kakak saya. Ditransfer ke ibu saya untuk membayar hutang secara berkala. Nilaimya sekitar 30 jutaan," kata Tio Budi Satrio, adik dari Ardi Pratama, Senin (22/2/2021).

Halaman
1234
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved