Breaking News:

Berita Surabaya

Terima Dana dari Salah Transfer Bank Dipidana di Surabaya, Ini Cara Menghadapi Jika Alami Kasus Sama

Kasus terima dana dari salah transfer bank dipidana menimpa Ardi Pratama (29) warga Manukan Lor Gang I, Kota Surabaya. 

surya/firman rachmanudin
Kasus terima dana dari salah transfer bank dipenjara menimpa warga Surabaya, Ardi Pratama. 

Kasus salah transfer uang ke rekening lain sudah bukan hal baru.

Beberapa individu atau bahkan bank tercatat pernah melakukan kekeliruan serupa.

Teranyar, Citibank yang berpusat di New York, AS, melakukan kesalahan transfer sebesar 500 juta dollar AS atau setara dengan Rp 7 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS) ke kreditur perseroan, perusahaan kosmetik Revlon.

Pihak bank telah menempuh berbagai cara dengan meminta Revlon mengembalikan dana hingga membawa masalah kekeliruan transfer ini ke meja hijau.

Sayang, pengadilan tak 'salah satu bank dengan aset besar itu sesuai dananya.

Berkaca dari kasus Citibank, bagaimana ketentuannya di Indonesia jika salah transfer terjadi karena kesalahan nasabah?

Jika terjadi kesalahan transfer, nasabah biasanya menghubungi pihak bank untuk mendapatkan bantuan.

Hal ini wajar mengingat bank punya data rekening penerima dana.

Sayangnya, bank tak bisa menjanjikan dana akan kembali seutuhnya.

Sebab, bank tidak menarik dana di dalam rekening seseorang ketika orang tersebut tidak tertarik.

Mau tidak mau, kesalahan transfer bisa dikembalikan bila ada niat dari penerima transfer.

Di PT Bank Central Asia Tbk misalnya, perseroan tidak bertanggung jawab akan bertanggung jawab atas dana yang sudah telanjur ditransfer ke rekening tertentu.

"BCA tidak bisa menarik kembali dana yang sudah ditransfer ke nomor rekening tertentu. Dana yang salah transfer hanya bisa kembali bila ada niat baik dari penerima dana transfer," tulis BCA dalam situs web resmi, Kamis (18/2/2021).

Namun, nasabah tetap dapat menghubungi pihak bank untuk meminta bantuan.

Bank akan menghubungi nasabah penerima dana nyasar agar berbaik hati mengembalikan.

Bagaimana jika dana tidak kembali?

Penerima dana bisa dituntut dengan Pasal 327 KUHP atas dasar tindak pidana penggelapan.

Sebab, bank sudah memberitahukan kepada si penerima dana kesalahan transfer yang seharusnya tidak diterima.

Adapun Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, nasabah penerima bisa mendapat tindakan kriminalisasi berupa denda atau bahkan dipenjara.

" Setiap orang yang sengaja menguasai dan menyatakan sebagai tindakan Dana hasil transfer yang tidak diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau penjara paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) ," tulis ketentuan tersebut.

Untuk itu, sebelum salah transfer terjadi, cek kembali kesesuaian nama penerima transfer dana dengan nama pemilik rekening.

Sementara bagi penerima dana sebaiknya meneliti dulu setiap dana yang diterima. Jika merasa salah transfer, hendaknya segera dikembalikan. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nasabah Salah Transfer, Apakah Uang Bisa Ditarik Kembali? Begini ketentuannya"

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved