Breaking News:

Niai Historis Rias Pengantin Pasuruan

Perpaduan Keindahan Tiga Zaman, Namun Malah Kurang Dikenal Warga Pasuruan Sendiri

rias pengantin khas Pasuruan memiliki kharakter luar biasa ditambah sejarah dan filosofi yang sangat panjang.

surya/galih lintartika
Salah satu rias pengantin khas Kabupaten Pasuruan, Kerudung Syarifah. Puluhan perias mengikuti uji kompetensi rias pengantin khas Pasuruan. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kabupaten Pasuruan memiliki tiga rias khas pengantin asli Pasuruan. Tidak sekadar riasan, ketiganya memiliki latar belakang historis yang panjang. Sayangnya, ternyata tidak semua warga Pasuruan mengenal tata rias Kerudung syarifah, Mahendradatta dan Sereh Paravan ini.

TIga riasan khas Pasuruan itu sudah mendapatkan pengakuan dari Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin Indonesia (HARPI MELATI). Kalau banyak warga Pasuruan kurang mengenal, mungkin karena minimnya sosialisasi serta kurangnya pemahaman tentang sejarahnya.

Beberapa waktu lalu, SURYA sempat mengunjungi salah satu acara uji kompetensi rias pengantin khas Kabupaten Pasuruan. Acara yang digelar dengan protokol kesehatan ketat ini diikuti oleh puluhan perias.

Para perias terlihat sangat tertarik mengikuti uji kompetensi ini. Secara cekatan, tangan-tangan mereka merias model pria dan wanita yang disiapkan oleh panitia pelaksana.

"Saya tertarik belajar rias pengantin khas Pasuruan. Saya kira, teknik riasnya mungkin sama. Tetapi rias pengantin khas Pasuruan lebih memiliki makna dan aura berbeda," kata salah satu peserta asal Blitar.

Umi, salah satu pengurus HARPI MELATI Pasuruan mengatakan, sebenarnya tiga rias pengantin khas Pasuruan tidak kalah dengan rias pengantin daerah lainnya.

Bahkan ia berani beradu, jika rias pengantin khas Pasuruan tidak kalah dengan rias Solo, Yogyakarta atau daerah-daerah lain di Indonesia. Riasan ini disebutnya memiliki kharakter luar biasa.

"Ketiga rias pengantin ini memiliki nilai-nilai dan ciri khas sangat kuat. Ditambah sejarah dan filosofi yang sangat panjang. Saya kira itu modal kuat," kata Umi sembari menjelaskan sejarah panjang rias ini.

Ia menjelaskan, rias pengantin Kerudung Syarifah memiliki sejarah yang luar biasa. Syarifah Khadijah (Syarifah Alhababah Khadijah Binti Syarif Hidayatullah) adalah sosok perempuan pejuang Islam di Bangil Pasuruan.

Syarifah sering disebut Mbah Ratu Ayu Bangil yang menurut nazab catatan merupakan trah Kesultanan Banten dari jalur Pangeran Pasarean, Sultan Cirebon pengganti Sunan Gunung Jati. "Beliau juga cucu dari Maulana Hasanudin Bin Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved