Breaking News:

Pemerintah Dorong Upaya Eksplorasi Untuk Industri Migas Indonesia

Saat ini Indonesia berada di fase energy transition, yaitu peralihan dr fosil energy menuju green energy

Foto Istimewa Pertamina
Deddy Syam, Asset 4 General Manager PT Pertamina EP (kanan) dan Nanang Abdul Manaf, Tenaga Ahli Komisi Pengawas SKK Migas. 

3. Waktu komersialisasi lenemuan eksplorasi terlalu lama

4. Investor kurang tertarik utk eksplorasi di indonesia

5. Perlu upaya breakthrough untuk mempermudah investasi.

Investasi migas untuk eksplorasi membutuhkan biaya sangat besar. Bisa mencapai triliunan rupiah.

Maka dari itu perlu fiscal terms yang aktraktif, regulasi dan politik yang stabil.

"Saat ini indonesia memiliki basin atau cekungan potensi migas sebanyak 128. Sebanyak 20 basin sudah berproduksi, 27 basin di bor dengan penemuan, kemudian 13 basin di bor tanpa penemuan dan sisanya 68 Basin belum di eksplorasi", ujar Nanang Abdul Manaf.

Namun demikian, 70 persen cadangan migas berada di wilayah perairan.

Tantangannya sangat besar salah satunya biaya yang dibutuhkan mencapai 80 - 100 Juta USD, dan tingkat pengembalian atau IRR rendah serta periode eksplorasi pendek.

Lead time atau waktu dari discovery ke produksi pertama di Indonesia antara 8-26 Tahun tergantung dari jenis lapangannya.

Rata-rata Lead Time Indonesia sekitar 10,5 Tahun.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved