Breaking News:

Pemerintah Dorong Upaya Eksplorasi Untuk Industri Migas Indonesia

Saat ini Indonesia berada di fase energy transition, yaitu peralihan dr fosil energy menuju green energy

Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Pertamina
Deddy Syam, Asset 4 General Manager PT Pertamina EP (kanan) dan Nanang Abdul Manaf, Tenaga Ahli Komisi Pengawas SKK Migas. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah siapkan upaya ekstra untuk pemenuhan energi Indonesia, di mana saat ini Indonesia berada di fase energy transition, yaitu peralihan dari fosil energy menuju green energy. Dan itu terjadi dalam waktu cepat, antara 5-10 Tahun.

Beberapa perusahaan energy besar dunia sudah melakukan langkah transisi untuk masuk ke green energy.

Lalu bagaimana dengan eksplorasi sebagai awal dari kegiatan hulu migas?

Dalam energy transisi, di tahun 2030 pemakaian energi fosil masih dominan dalam bauran energi yaitu sekitar 40 persen, dan di 2050 sekitar 36 persen.

"Melihat hal itu, menunjukkan bahwa kebutuhan akan energi fosil masih dominan dan butuh upaya yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut", kata Nanang Abdul Manaf, Tenaga Ahli Komisi Pengawas SKKMigas dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut, Nanang menjelaskan, eksplorasi itu penting karena setiap Barel produksi minyak dimulai dari satu new field wildcat well.

"Tanpa eksplorasi jangan berharap ada cadangan migas baru", jelasnya.

Nanang menambahkan, disadari atau tidak, Easy Oil Era sudah habis, dan kini industri hulu migas dihadapkan dengan tantangan antara lain :

1. Produksi migas terus turun

2. Area eksplorasi berada di frontier area

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved