Breaking News:

Berita Banyuwangi

Maksimalkan Lahan Sempit, Kelurahan di Banyuwangi Disulap Menjadi Kampung Jahe

semua warga memanfaatkan lahan sempit di rumahnya untuk menanam jahe yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

surya/haorrahman
Warga Kelurahan Tukang Kayu Banyuwangi umumnya menanam jahe di dalam polybag di pekarangan rumahnya. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Dengan kreativitas, urban farming yang dilakukan warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi ini bisa menjadikan lahan sempit sebagai pijakan meraih manfaat seluas-luasnya.

Di kampung ini, semua warga memanfaatkan lahan sempit di rumahnya untuk menanam jahe yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Ketika memasuki kampung di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Tukangkayu, aroma jahe langsung tercium dan segarnya dedaunan dari tanaman di polybag-polybag juga terasa.

Mungkin tak ada yang menyangka bahwa di sebuah kampung padat penduduk, banyak tanaman berkhasiat di pekarangan rumah warganya.

Salah seorang warga, Qorinatul Urbaniyah (23) mengatakan, munculnya ide kampung jahe berasal dari inisiatif warga yang saat itu getol menanam jahe di tempat yang sempit.

"Awalnya yang menanam hanya 15 orang, tetapi sekarang sudah hampir merata warga menanam jahe di pekarangan rumah," kata Qorinatul, Selasa (23/2/2021).

Wakil ketua komunitas Anggota Inti Menanan dan Memanfaatkan Jahe (Anti Manja), Baim juga menjelaskan bahwa sejak awal Januari 2021 komunitasnya telah merintis budidaya jahe dan melakukan sosialisasi kepada warga agar memanfaatkan lahan pekarangannya.

Sampai saat ini sudah ada 250 tanaman jahe yang ditanam warga. Jahe tersebut diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. Seperti wedang jahe, bagiak jahe, rengginang jahe, dan wedang uwuh.

Warga kini menyebut kampungnya dengan Senja (Senang Jahe). Jahe yang ditanam adalah jahe emprit, jahe merah hingga jahe gajah.

Semua jahe ditanam dengan cara organik dan pelatihan sudah dilakukan. Tak hanya pelatihan menaman jahe, warga juga diajari membuat kuliner berbahan jahe. Mulai makanan ringan, minuman hingga makanan berat bercita rasa jahe.

"Snack bagiak, keripik matahari, kucur, jenang tape dan dodol jahe. Semua beraroma dan rasa jahe. Minuman juga, mulai dari jahe hangat, wedang ronde, teh jahe aren, kopi jahe sekoteng dan makanan yang bercita rasa jahe," jelas Qorinatul.

Inisiatif warga kampung jahe itu pun mendapat dukungan penuh dari pemkab. Camat Kota Banyuwangi, Muhammad Lutfi menyampaikan apresiasinya atas insiatif warga yang menggalakkan urban farming.

"Tak hanya wilayah desa yang digerakkan untuk pertanian. Tetapi juga perkotaan dengan memanfaatkan pekarangannya sempit sebagai lahan bercocok tanam yang bermanfaat. Apalagi jahe ini rempah yang memiliki khasiat tinggi, dan diburu masyarakat selama pandemi ini karena khasiatnya," kata Lutfi.

Menurut Lutfi, kampung jahe ini diharapkan menjadi alternatif untuk menggerakkan ekonomi warga setempat. Jahe-jahe yang ditanam bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Dan selanjutnya perlu ada pelatihan lanjutan untuk membuat olahan lebih variatif dan pemasaran.

"Kampung jahe akan mendapat pelatihan membuat olahan dari bahan utama jahe. Misalnya pelatihan kuliner jahe, packaging kuliner jahe hingga berbagai kerajinan dari bahan jahe. Harapan kami, warga bisa mendapatkan tambahan pendapatan dari menanam jahe di rumahnya," ujar Lutfi. ****

Penulis: Haorrahman
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved