Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Apresiasi Penerapan Prokes Posyandu di Kediri

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur memuji dan mengapresiasi pelaksanaan Posyandu di Kabupaten Kediri.

Humas Pemprov Jatim
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak saat meninjau Bulan Timbang di Posyandu Semangka, Brenggolo dan Taman Posyandu Sentosa Kabupaten Kediri, Selasa (23/2/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak memuji dan mengapresiasi pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang diterapkan di Posyandu Semangka di Desa Brenggolo, Plosoklaten dan Taman Posyandu Sentosa di Kabupaten Kediri.

Kedua posyandu tersebut, dinilai telah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat di masa pandemi Covid-19 dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

"Saya mengapresiasi posyandu di Kediri yang tetap melaksanakan pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak kita dengan menerapkan prokes secara ketat. Saya gembira melihat semua ibu yang datang di cek terlebih dahulu suhu tubuhnya dan orang tua serta anak wajib menggunakan masker bahkan face shield setibanya di posyandu," ujar Arumi Bachsin Emil Dardak saat meninjau Bulan Timbang di Posyandu Semangka, Brenggolo dan Taman Posyandu Sentosa Kabupaten Kediri, Selasa (23/2/2021).

Ia menuturkan, penimbangan badan dan pengukuran lingkar kepala adalah salah satu langkah awal untuk membentuk generasi Indonesia yang sehat. Tak hanya itu, lewat langkah tersebut juga untuk mendeteksi awal apakah ada potensi gizi buruk atau stunting.

Arumi sapaan akrabnya mengatakan, perkembangan gizi dan tumbuh kembang seorang anak tidak bisa lagi ditunda akibat pandemi Covid-19. Setiap detik, menit dan hari proses tumbuh kembang anak harus dipantau. Mulai dari berat badan hingga tinggi anak berdasarkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Untuk itu, sebut Arumi, para orang tua, baik ayah dan bunda harus mengetahui pentingnya perkembangan seorang anak agar mengetahui apakah anak mereka masuk kategori gizi buruk atau stunting.

Jika nantinya ditemukan stunting atau gizi buruk pada anak, maka posyandu akan memantau dan melakukan pendampingan secara berkala kepada anak agar gizi anak bisa kembali sehat.

"Pertumbuhan anak kita tidak bisa ditunda juga tidak bisa dihentikan. Jadi terus berkembang setiap detiknya. Bahkan, usia emas tumbuh kembang anak terjadi pada usia 0-2 tahun," terangnya.

Istri Wagub Jatim itu menjelaskan, Bulan Timbang biasanya dilakukan pada dua kali dalam setahun. Yakni pada Februari dan Agustus. Untuk itu dirinya berharap, di momen Bulan Timbang kali ini, anak-anak Jatim semakin sehat dan tidak ada yang masuk kategori gizi buruk.

Masih menurut Arumi, penimbangan merupakan langkah awal dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Penimbangan yang rutin dilakukan setiap bulan bertujuan untuk mengetahui atau mendeteksi dini apakah bayi/balita dalam kondisi sakit atau tidak.

"Termasuk apakah sudah mendapatkan kelengkapan imunisasi dan mendapatkan penyuluhan gizi," jelasnya.

Dalam Bulan Timbang kali ini, Arumi bersama Pengurus TP PKK Provinsi Jatim dan Kabupaten Kediri meninjau Posyandu Semangka di Desa Brenggolo, Plosoklaten yang melaksanakan Bulan Timbang kepada 77 anak.

Sementara Taman Posyandu Sentosa melaksanakan posyandu sebanyak 66 anak. Di kedua posyandu tersebut, terbagi dari beberapa gelombang. Setiap gelombang dibatasi 7 anak secara bergiliran. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved