Breaking News:

Ini Hukuman Pantas bagi Oknum TNI Praka MS dan 2 Polisi Seusai Jual 600 Peluru dan Senjata ke KKB

Inilah hukuman yang pantas bagi oknum TNI Praka MS dan dua oknum polisi Bripka ZP serta Bripka RA setelah jual 600 peluru dan senjata ke KKB Papua.

Sumber: Tribunnews.com
Pengamat militer Muradi mendesak oknum TNI Praka MS, Bripka ZP serta Bripka RA dihukum berat karena menjual amunisi dan senjata ke KKB Papua untuk melawan negara. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Inilah hukuman yang pantas bagi oknum TNI Praka MS dan dua oknum polisi Bripka ZP serta Bripka RA setelah jual 600 peluru dan senjata ke KKB Papua.

Seperti diketahui, Praka MS diduga menjual 600 butir peluru ke KKB Papua melalui tangan warga sipil.

Sedangkan Bripka ZP dan Bripka RA, masing-masing menjual pistol revolver serta senjata rakitan laras panjang melalui warga sipil untuk disalurkan ke KKB Papua.

Ketiga oknum aparat negara tersebut berutgas di Ambon. 

Praka MS bertugas di Batalyon 733/Masariku Ambon, sedangkan Bripka ZP dan Bripka RA merupakan anggota Polres Kota Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Baca juga: Alur Penjualan Senjata ke KKB, Libatkan Oknum TNI Praka MS dan 2 Oknum Polisi Bripka ZP & Bripka RA

Baca juga: Bidan Cantik Berhubungan Badan di Mobil dengan Oknum Polisi di Parkiran Mal, Modusnya Rapi Banget

Bidan Cantik Kepergok Selingkuh dengan Oknum Polisi, Suami Tahu Usai Menyadap Whatsapp, Ini Caranya

Tiga oknum aparat keamanan diduga jual senjata ke KKB Papua, yakni Praka MS diduga menjual 600 butir peluru, Bripka ZP serta Bripka RA diduga jual senjata rakitan jenis revolver dan laras panjang. Alur penjualan peluru dan senjata ada di artikel.
Tiga oknum aparat keamanan diduga jual senjata ke KKB Papua, yakni Praka MS diduga menjual 600 butir peluru, Bripka ZP serta Bripka RA diduga jual senjata rakitan jenis revolver dan laras panjang. Alur penjualan peluru dan senjata ada di artikel. (tangkapan layar Kompas TV)

Menurut pengamat militer dari Universitas Padjajaran Muradi, aparat negara yang menjual senjata ke KKB untuk melawan negara harus dihukum berat karena mereka dianggap sebagai pengkhianat negara.

“Ini (Penjualan senjata kepada Kelompok Kriminal Bersenjata -red) menyimpang dan negara harus menegaskan hukuman, misal hukuman jauh lebih berat dari masyarakat sipil biasa,” kata Muradi, Selasa (23/2/2021).

“Karena senjata untuk melawan negara, kalau ada oknum menjual senjata atau memberi ruang kesempatan anggota yang memerangi pemerintah indonesia dilakukan dengan sadar, hukumannya harus seberat-beratnya, karena tergolong berkhianat,” tambah Muradi.

Alur penjualan 600 butir peluru dan senjata ke KKB

Seperti diketahui, dari pemeriksaan penyidik POM dan Propam Polda Maluku, para oknum tersebut sudah berulangkali menjual amunisi dan senjata ke KKB Papua.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved