Breaking News:

Hindari Takut! Kenali Beda Lelah Biasa dengan Lelah Gejala Covid-19, Simak Tips Dr Amesh Adalja

Banyak orang khawatir, bahkan ketakutan saat merasakan lelah karena menjadi salah satu gejala Covid-19. Padahal bisa jadi itu hanya kelelahan biasa,

Freepik by toa55
Ilustrasi olahraga lari 

SURYA.co.id I JAKARTA - Banyak orang khawatir, bahkan ketakutan saat merasakan lelah karena menjadi salah satu gejala Covid-19. Padahal bisa jadi itu hanya kelelahan biasa, yang disebabkan  aktivitas berat dan berlebih seperti kerja atau olahraga.

Agar tidak waswas dan takut, ada baiknya anda mengenali beda lelah biasa dengan lelah gejala Covid-19 dari ahlinya.

Peneliti senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, Dr Amesh Adalja, mengatakan, letih memang gejala umum Covid-19. Akan tetapi, rasa letih juga umum terjadi pada kebanyakan penyakit yang disebabkan virus.

Pasalnya, lelah merupakan pertanda bahwa imun merespons adanya infeksi, sehingga tubuh menjadi lelah. "Ini ada hubungannya dengan zat yang disebut sitokin yang diproduksi oleh sistem kekebalan saat diserang virus," kata dia, dikutip dari Health, 12 November 2020.

Secara umum, kata Dr Adalja, letih akibat Covid-19 biasanya disertai oleh gejela lain juga, seperti nyeri otot dan sakit tenggorokan.

Untuk mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi, Dr Adalja merekomendasikan agar melihat kelelahan sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar. "Anda harus memikirkan mengapa Anda lelah? Apakah karena lari maraton atau belajar untuk ujian?" Jelas dia.

Selain itu, menghubungi dokter merupakan pilihan tepat untuk melakukan tes Covid-19 atau pemeriksaan fisik. Sayangnya, tak banyak yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelelahan akibat virus corona, karena merupakan bagian dari adanya virus dalam tubuh.

Untuk itu, seseorang harus benar-benar menunggu rasa letih itu akan hilang dengan sendirinya. Misalnya, berhenti berolahraga berat dan terlalu memaksakan diri mungkin akan menjadi cara terbaik untuk menghilangkan letih itu.

Kelelahan karena infeksi corona bisa bertahan lama
Dalam sebuah studi yang dirilis pada September 2020, disebutkan bahwa kelelahan akibat virus corona bisa bertahan lama.

Tercatat, ada 52 persen dari 128 pasien Covid-19 yang diuji mengalami kelelahan terus-menerus selama beberapa minggu setelah didiagnosis.

Jika Anda sedang berjuang dengan kelelahan yang tidak kunjung berhenti, sebaiknya membicarakannya dengan dokter. Mereka seharusnya dapat membantu memandu Anda pada langkah selanjutnya.

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved