Breaking News:

Berita Sidoarjo

Dewan Desak Pemkab Sidoarjo segera Perbaiki Jalan Rusak, Dinas PUBMSDA Diminta Tak Banyak Alasan

Pengendara motor ekstra hati-hati melintas di jalan rusak yang tergenang air di wilayah Sidoarjo.

surya.co.id/m taufik
Pengendara motor ekstra hati-hati melintas di jalan rusak yang tergenang air  di Sidoarjo. 

SIDOARJO – Jalan rusak terjadi di hampir semua wilayah di Sidoarjo.

Kondisinya pun sudah sangat memprihatinkan.

Di mana-mana lubang jalan menganga, namun tak segera ada perbaikan dari pemerintah.

Hampir setiap hari warga mengeluh, melalui media sosial dan sebagainya.

Kritik dan desakan juga terus mengalir dari berbagai kalangan. Namun tetap saja sampai sekarang masih banyak lubang jalan menganga di mana-mana, mengancam nyawa pengguna jalan.

Kali kesekian, DPRD Sidoarjo mengundang Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo untuk membahas tentang kinerjanya seputar penanganan kerusakan jalan.

“Kami minta agar bergerak, jangan banyak alasan lagi. Kami beri waktu selama satu minggu, kalau tidak ada progres, akan kami panggil lagi Dinas PUBMSDA,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko usai hearing dengan Dinas PUBMSDA, Selasa (23/2/2021).  

Menurutnya, kondisi jalan di Sidoarjo sudah sangat memprihatinkan. Kerusakan parah terjadi di mana-mana, tapi tak kunjung ada perbaikan.Tapi setiap kali hearing bersama dewan, selalu ada saja alasan dari dinas yang bertugas menangani jalan rusak itu.

“Beberapa kali alasannya kurang SDM, satgasnya kurang, dan sebagainya. Makanya kami merekomendasi agar Dinas PUBMSDA menambah jumlah tim satgas perbaikan jalan. Karena saat ini hanya memiliki tiga satgas, kami minta ditambah jadi sembilan tim satgas,” lanjutnya.

Dengan penambahan itu, tentu diharapkan kinerjanya juga semakin maksimal. Dan tidak ada lagi alasan kekurangan SDM atau sebagainya ketika kondisi jalan rusak di berbagai wilayah butuh segera diperbaiki.

"Alasannya klasik, ngomong kekurangan SDM. Makanya kami rekomendasikan agar menambah menjadi sembilan tim. Supaya bisa mengcover jalan rusak di 18 kecamatan di Sidoarjo,” imbuh politisi Partai Gerindra tersebut.

Pihaknya juga berharap, adanya kucuran anggaran Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) untuk penanganan jalan, tetap dikawal oleh dinas. Termasuk pengawalan dalam realisasi perbaikan jalan rusak.

"Jangan sampai ada tumpang tindih antara realisasi perbaikan jalan menggunakan dana PIWK dengan anggaran yang sudah diprogramkan di dinas," pesannya.

Plt Kepala Dinas PUBMSDA, Benny Airlangga, dalam pertemuan ini juga mengaku gemas dengan kondisi jalanan yang rusak di Sidoarjo.

"Tapi memang memperbaiki jalan rusak ini tidak semudah yang dibayangkan. Kami hanya punya tiga satgas. Berangkat jam delapan, sampai jam sembilan, ternyata siang hujan. Ini juga kendala,” kata Benny.

Dengan adanya anggaran PIWK yang dialokasikan ke semua kecamatan, pihaknya mengaku sangat terbantu. Dengan begitu, pengerjaan untuk perbaikan jalan bukan hanya di Dinas PU. Bisa kerja sama dari berbagai pihak.

"Kami juga menginginkan kalau bisa ada penambahan satgas. Karena satgas kami hanya tiga. Cuma kami belum tahu ada anggarannya atau tidak jika ditambah. Karena saya baru Plt kan kemarin Februari," ujarnya.

Beny mengaku pihaknya berkomitmen akan segera menyelesaikan permasalahan jalan rusak dan berlubang di Sidoarjo. Bagaimanapun, perbaikan jalan rusak dan atau jalan berlubang harus dilakukan demi keselematan dan kenyamanan warga pengguna jalan.

Di sisi lain, penggunaan dana PIWK juga masih banyak kendala. Pihak kecamatan tidak serta-merta bisa menggunakan dana itu untuk perbaikan jalan. Meski sudah dialokasikan, tidak semua dana sudah cair ke kecamatan.

Beberapa kecamatan belum bisa cair karena, prosesnya harus terlebih dulu menyelesaikan beberapa tahapan. Tanggulangin misalnya, untuk bisa memperoleh kucuran dana PIWK itu harus melakukan pemetaan wilayahnya terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan pengajuan ke pemkab.

“Sekarang kami masih proses pemetaan dan pendataan. Titik mana saja yang akan menjadi sasaran penggunaan PIWK ini. Setelah data itu ada, kami juga masih harus mengajukannya ke pemkab. Setelah di-ACC, baru anggarannya turun,” kata Sabino Mariano, Camat Tanggulangin.

Dia juga menyebut bahwa anggaran yang akan diterimanya terbatas. Sehingga seleksi penentuan wilayah mana yang akan jadi prioritas pengerjaan menggunakan dana PIWK ini harus benar-benar diperhatikan. Agar penggunaannya bisa tepat sasaran dan sesuai kepentingan masyarakat.

"Kami juga akan meminta dampingan dari dinas teknis saat pengerjaannya. Karena tidak bisa asal saat melakukan perbaikan jalan rusak ini,” imbuhnya.

Sementara Plt Camat Wonoayu, Gundari, menyatakan bahwa pihaknya sudah menyelesaikan tahapan mapping di wilayahnya. Bahkan pihaknya juga telah menandai titik-titik mana saja yang akan dilakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran PIWK.

Namun pengerjaannya belum sekarang. Akan dilakukan sesuai time line sebagaimana surat edaran Pemkab Sidoarjo. Time line yang dimaksud itu baru di minggu pertama bulan Maret 2021 mendatang.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved