Breaking News:

Berita Bojonegoro

Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba, Anggota Polres Bojonegoro Dites Urine Dadakan

Guna memastikan anggotanya agar tidak terjerumus penyalahgunaan narkoba, Polres Bojonegoro dites urine secara dadakan.

Foto Humas Polres Bojonegoro
Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia saat memimpin tes urine anggotanya 

SURYA.CO.ID, BOJONEGORO - Kasus penggunaan narkoba yang dilakukan Kapolsek Astana Anyar, Polrestabes Bandung, Kompol Yuni Purwanti bersama belasan anggotanya menyita perhatian publik.

Guna memastikan anggotanya agar tidak terjerumus penyalahgunaan narkoba, Polres Bojonegoro dites urine secara dadakan.

Tes yang digelar dadakan oleh Urusan Kesehatan (Urkes) Polres Bojonegoro dengan Rumah Sakit Bhayangkara Bojonegoro, Polda Jatim, membuat kaget 109 anggota karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, tes urine dilakukan untuk memastikan anggota yang ada di opsnal atau Polres maupun Polsek terbebas dari penggunaan atau penyalahgunaan narkoba.

Mereka diperkenankan memasuki toilet yang diawasi anggota Propam dan menyerahkan air seninya pada petugas kesehatan, untuk dites.

Baca juga: Home Industri Pupuk Cair Oplosan Ilegal di Kota Kediri Digerebek Polisi, Raup Keuntungan Rp 40 Juta

Baca juga: Dua Hari Tak Terlihat Warga, Pria Ponorogo Ini Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Baca juga: Pasutri di Kabupaten Malang Gadaikan 19 Mobil Sewaan, Berdalih untuk Operasional Koperasi

"Kita laksanakan tes urine secara mendadak kepada anggota, ini merupakan pembinaan internal terhadap anggota agar tidak main-main dengan narkoba. Hasilnya nihil tidak ada yang positif narkoba," ujar Kapolres, Selasa (23/2/2021).

Perwira menengah itu akan menindak tegas anggotanya yang terlibat kasus penggunaan narkoba.

Ia juga menegaskan tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di kepolisian, siapa saja yang terlibat sudah pasti akan dihukum pidana.

Peringatan itu disampaikan untuk seluruh anggota Polri, khususnya anggota Polres Bojonegoro agar tak menyentuh barang haram tersebut.

"Tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di kepolisian, siapa yang mencicipi narkoba, karirnya tamat, keluarga berantakan, hidup sengsara, akhirnya masuk penjara. Bila ditemukan anggota mengkonsumsi narkoba, saya pastikan diproses pidana," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved