Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

1.480 Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Jatim Batal Dapat Santunan dari Kemensos

Ribuan ahli waris korban meninggal akibat Covid-19 di Jawa Timur dipastikan tidak menerima santunan dari Kementerian Sosial.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Alwi, 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 1.480 keluarga dan ahli waris korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Jawa Timur, dipastikan batal mendapatkan santunan dari Kementerian Sosial.

Hal itu dipastikan setelah Kementerian Sosial mengirimkan surat pada Dinas Sosial Provinsi Jatim yang isinya menyatakan, bahwa pada Tahun Anggaran 2021 tidak tersedia Alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Covid-19 bagi ahli waris.

Sehingga terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Alwi mengatakan, keputusan itu adalah keputusan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial. Sehingga surat itu juga telah diteruskan pada bupati/wali kota di 38 kabupaten/kota di Jatim.

"Jadi pada Juni 2020 lalu, kami menerima SE dari Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nomor 427/3 2/6S 01 02/06/2020 tanggal 18 Juni 2020, yang isinya adalah Kementerian Sosial memberikan santunan pada keluarga dan ahli waris korban meninggal akibat Covid-19," kata Alwi pada SURYA.CO.ID, Selasa (23/2/2021).

Sistem pemberian santunan tersebut adalah pemkab dan pemkot menyampaikan usulan ke Dinsos Provinsi Jatim. Untuk kemudian diteruskan pengajuannya ke Kemensos. Pengajuan sudah dilakukan sejak bulan Agustus 2020 saat itu oleh Dinsos Jatim.

"Saat itu sudah ada yang cair, sebanyak 67 ahli waris. Dengan masing-masing mendapatkan Rp 15 juta. Makanya saat ibu gubernur turun ke daerah juga sambil menyampaikan santunan itu," kata Alwi.

Setelah itu, dikatakan Alwi, pengajuan dari kabupaten/kota terus masuk seiring dengan perkembangan kasus Covid-19 yang masih banyak membuat nyawa berjatuhan. Namun setelah 67 pencairan santunan belum ada pengajuan yang disetujui lagi.

"Yang cair hanya 67 itu, setelah itu tidak ada lagi yang cair. Padahal pengajuan masuk terus dari kabupaten/kota. Dan kami teruskan ke Kemensos. Secara kumulatif ada 1.480 orang pengajuan santunan untuk korban meninggal karena Covid-19 di Jatim, hingga akhirnya kami dapat jawaban surat dari Kemensos pada 18 Februari 2021 kemarin," tegas Alwi.

Namun, isi surat tersebut bukan persetujuan, melainkan penjelasan bahwa anggaran santunan korban meninggal akibat Covid-19 telah ditiadakan tahun 2021. Dan pengajuan yang masih tahun 2020 yang telah masuk juga tidak bisa dicairkan.

Detailnya, ada dua poin dari surat Kemensos yang diterima Dinsos Jatim. Pertama, yaitu dijelaskan bahwa Pada Tahun Anggaran 2021 tidak tersedia Alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi ahli waris pada Kementerian Sosial RI, sehingga terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinas Sosial Provinsi/Kabupateb/Kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti.

Pada poin kedua dijelaskan, Kepala Dinas Sosial Provinsi diminta menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota di wilayah masing-masing, dan selanjutnya untuk tidak memberikan rekomendasi dan/atau usulan lagi pada Kementerian Sosial RI.

"Kami telah mengirimkan ke kabupaten kota. Dan langkah kami selanjutnya kami akan lapor pimpinan," pungkas Alwi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved