Berita Surabaya

Jelang Pelantikan Eri-Armuji, Warga Tunggu Realisasi Program SMA/SMK Gratis

Paslon wali kota dan wakil wali kota Surabaya terpilih, Eri Cahyadi-Armuji segera dilantik sebagai Wali Kota Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
PEMENANG PILKADA SURABAYA 2020 - Pasangan Eri Cahyadi-Armuji resmi menjadi paslon terpilih hasil Pilkada Surabaya 2020. Paslon nomor urut 1 itu ditetapkan dalam sidang pleno yang digelar KPU Surabaya di Hotel Wyndham, Jumat (19/2/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Paslon wali kota dan wakil wali kota Surabaya terpilih, Eri Cahyadi-Armuji segera dilantik sebagai Wali Kota Surabaya.

Warga Surabaya kini tengah menunggu Program dan visi misi Eri-Armuji, terutama program di bidang pendidikan.

Paslon ini akan memberikan perhatian sekolah gratis untuk jenjang SMA/SMK.

"Pasti visi misi Paslon akan ditagih warga," kata anggota Fraksi PDIP Baktiono, Senin (22/2/2021).

Termasuk di dalamnya terkait pendidikan wajib belajar 12 tahun.

Baktiono menuturkan bahwa Visi misi Eri-Armuji sudah tertuang dalam Perda tentang Pendidikan Kota Surabaya Nomor 16 Tahun 2012.

Saat itu, Baktiono yang Katua Komisi D Surabaya berinisiatif membuat Perda wajib belajar 12 tahun atau wajib tamat SMA/SMK.

Saat ini, Baktiono menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Surabaya.

Pendidikan hingga jenjang SMA/SMK gratis, terutama seluruh siswa di sekolah milik Pemerintah atau sekolah negeri.

Namun sejak  2017 alih kelola SMA/SMK ke pemerintah provinsi Jawa Timur akhirnya berbayar. 

"Maka dengan visi misi Eri-Armuji yang akan memberi beasiswa ke SMA/SMK baik negeri maupun swasta sudah sesuai dengan amanah Perda.

Sifatnya beaiswa bagi yang tidak mampu," kata Baktiono.

Baktiono berharap dengan dilantiknya ErJi sebagai wali kota dan wakil wali kota Surabaya itu jangan ada lagi siswa-siswi Kota Surabaya SMA/SMK ada penahanan ijazah karena tak mampu bayar SPP.

Juga tidak ada lagi warga warga Kota Surabaya yang tidak sekolah. 

Bahkan era pandemi, jangan ada anak-anak yang tidak bisa mengikuti sekolah lewat online karena tak punya HP atau tidak punya kuota.

Jangan sampai ada lagi orang tua menggadaikan HP.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved