Breaking News:

Tips Mengemudi Terobos Banjir, Mobil Diesel Lebih Ampuh, Ini Penjelasan Toyota Astra

Mobil bermesin diesel yang kerap dianggap kuat untuk menerjang banjir dibandingkan mobil mesin bensin. Mengapa?

Editor: Suyanto
ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S
Presiden Joko Widodo yang berada di dalam mobil kepresidenan melintasi banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melihat langsung dampak banjir dan meninjau posko pengungsian korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww. 

SURYA.co.id I JAKARTA - Banjir melanda sejumlah kota di Tanah Air. Yang paling menyedot perhatian adalah Banjir di Jakarta dan sekitarnya yang terjadi Sabtu (20/2/2021).

Akibat banjir itu kendaraan pun terpaksa memutar lewat jalur alternatif agar tetap bisa sampai di tujuan. Namun beberapa mobil terlihat tetap tangguh menerjang banjir meski air telah mencapai kap mesinnya.

Salah satunya adalah mobil bermesin diesel yang kerap dianggap kuat untuk menerjang banjir dibandingkan mobil mesin bensin. Mengapa miobil diesel tahan air?

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, kebanyakan mobil bermesin diesel memang memiliki sosok yang tinggi besar, terutama bermodel SUV. Menurutnya, itulah yang akhirnya membuat mesin diesel disebut tahan banjir, karena memang ground clearance mobil SUV rata-rata tinggi.

Diesel Tak Pakai

Faktor lainnya? “Mobil mesin bensin masih menggunakan busi dan koil sebagai pematik untuk pembakaran di ruang bakar, sedangkan mesin diesel tidak menggunakan busi dan koil sehingga bisa dikatakan memang lebih ampuh untuk melewati banjir ,” ujar Didi.

Tips:

Didi mengingatkan, sebaiknya pengemudi tetap menghindari genangan air yang tinggu. Sebab ada resiko air bisa terhisap masuk ke saluran udara sehingga bisa menyebabkan water hammer atau kerusakan parah pada mesin.

“Di luar konteks mobil diesel ataupun bensin sebaiknya pemilik mobil menghindari air masuk ke saluran udara,” katanya. Dari penjelasan ini, bisa dipastikan, semua jenis mobil tetap rawan terhadap banjir. Paling penting adalah memperhatikan posisi saluran isap udara. Jika ketinggian air dirasa akan masuk ke saluran tersebut, sebaiknya banjir tidak diterjang.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved