Breaking News:

Berita Nganjuk

Tanggul Pemicu Banjir di Nganjuk Diperbaiki, Wabup Minta Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

Perbaikan tanggul jebol itu juga dibantu oleh BBWS Sungai Brantas dengan 120 set kawat bronjong dan juga dibantu 500 sak pasir

surya/ahmad amru muiz
Proses perbaikan tanggul Sungai Kuncir di Nganjuk, yang menjadi pemicu banjir beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Cegah terjadinya musibah banjir, warga beserta Pemerintah Daerah lakukan perbaikan tanggul sungai ambrol. Hal itu dilakukan di tanggul sungai kuncir yang ambrol hingga air membanjiri 13 Kelurahan dan 2 Desa di Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk beberapa waktu lalu.

Camat Nganjuk, Hari Moektiono menjelaskan, tanggul Sungai Kuncir yang ambrol di Kelurahan Kartoharjo Kecamatan ada dua titik. Akibatnya banjir sempat menggenangi sejumlah wilayah di Kota Nganjuk.

"Kondisi tanggul jebol itu juga diperparah oleh debit air Sungai Kuncir yang cukup tinggi sehingga terjadi banjir awal pekan lalu," kata Hari, Sabtu (21/2/2021).

Dijelaskan Hari, tanggul Sungai Kuncir yang jebol tersebut sepanjang 8 meter. Perbaikan tanggul jebol tersebut melibatkan 400 warga dan TNI serta Polri dan Relawan Mapala.

Perbaikan tanggul jebol itu juga dibantu oleh BBWS Sungai Brantas dengan 120 set kawat bronjong dan juga dibantu 500 sak pasir dari Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk. "Alhamdulillah, sekarang tanggul Sungai Kuncir yang jebol diperbaiki semua. Semoga banjir tidak lagi terjadi di Kota Nganjuk," ucap Hari.

Sebelumnya Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya bersama elemen masyarakat dan dinas terkait langsung berupaya menormalisasi aliran Sungai Kuncir yang meluap dan mengakibatkan banjir di Kota Nganjuk.

Ini setelah ada sejumlah rumpun bambu dan sampah yang ikut terbawa arus sungai hingga menyumbat air sungai. Dan sungai yang tersumbat itu menyebabkan tanggul sungai jebol oleh air yang cukup deras.

"Saat sungai tersumbat, air meluber dari tanggul jebol hingga menggenangi Kota Nganjuk. Apalagi saat itu debit air sungai sedang tinggi akibat hujan cukup lebat dan lama di wilayah Nganjuk," kata Marhaen.

Setidaknya, tambah Marhaen, dengan dibersihkannya aliran sungai dari rumpun bambu dan sampah, juga perbaikan tanggul jebol, maka Kota Nganjuk diharapkan tidak lagi dilanda banjir.

Dan pihaknya berharap masyarakat sadar dan ikut menjaga aliran sungai agar tidak tersumbat dengan tidak membuang sampah ke sungai. "Perlu penyadaran kepada warga untuk menjaga kebersihan sungai, karena dampak dari banjir itu menyebabkan warga sendiri kerepotan," tutur Marhaen. ***

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved