Breaking News:

Longsor di Nganjuk

Polres Nganjuk Aktif Bantu Trauma Healing kepada Warga Terdampak Bencana Longsor

Sejumlah Polwan Polres Nganjuk memberikan bantuan trauma healing kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos.

surya.co.id/ahmad amru muiz
Sejumlah Polwan Polres Nganjuk saat memberikan bantuan trauma healing kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Personil Polres Nganjuk terus memberikan bantuan trauma healing kepada warga terdampak tanah longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa trauma dari para warga terdampak longsor dan memulihkan kondisi seperti sebelum terjadinya bencana tanah longsor.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko didampingi Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara menjelaskan, pemberian bantuan tersebut, khususnya bagi anak-anak di posko pengungsian gedung SDN Ngetos III Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.

"Kegiatan itu dilakukan untuk membantu mengembalikan trauma bagi korban tanah longsor agar mereka kembali seperti sedia kala sebelum terjadinya musibah tersebut," kata Gatot Repli Handoko dalam rilis melalui Subag Humas Polres Nganjuk, Minggu (21/2/2021)

Dijelaskan Gatot Repli Handoko, kegiatan pemberian bantuan trauma healing tersebut dilakukan anggota Polres Nganjuk dengan mendatangi keluarga korban dan mendengarkan keluh kesah mereka.

Selain itu, anggota polres nganjuk juga melakukan maping korban tanah longsor yang berjumlah 139 orang.

Dengan rincian anak bayi sebanyak tiga orang, balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dewasa 55 orang dan lansia sebanyak 34 orang.

"Saat ini anggota Polri khususnya Polres Nganjuk masih terus memberikan bantuan truama healing tersebut kepada warga terdampak tanah longsor.

Semoga kondisi mereka bisa cepat dipulihkan seperti semula semuanya," ucap Gatot Repli Handoko.

Sementara untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, menurut Gatot Repli Handoko, para pengungsi uga telah dilakukan Rapid Tes. Dimana Hasilnya 17 orang reaktif, dan telah  dilanjutkan dengan proses Swab Tes.

Hasilnya satu orang ditemukan Positif, dan lima orang hasilnya belum keluar.

Dan bagi pengungsi yang reaktif, ungkap Gatot Repli Handoko, saat ini telah ditempatkan di gedung terpisah dengan warga yang negatif.

"Untuk yang positif saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit darurat covid-19 Kabupaten Nganjuk, sedangkan mereka yang reaktif sudah dipisah dan tidak dicampur dengan yang lain.

Saat ini anggota Kepolisian juga terus melakukan pengawasan dan antisipasi penyebaran virus cocona," tuturnya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved