Berita Ponorogo

Pandemi Covid-19, Permohonan Izin Usaha Pendirian UMKM di Ponorogo Justru Naik

Pandemi Covid-19 tidak mengahalangi berkembangnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Ponorogo

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: irwan sy
Pemkab Ponorogo
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ponorogo, Sapto Djatmiko. 

Reporter: Sofyan Arif Candra

SURYA.co.id | PONOROGO - Pandemi Covid-19 tidak mengahalangi berkembangnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Ponorogo.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sapto Djatmiko, membandingkan angka perizinan usaha di Online Single Submission (OSS) pada tahun 2020 dengan sebelum Pandemi Covid-19 nyatanya tidak mengalami penurunan.

Bahkan menurut Sapto justru mengalami peningkatan yang signifikan.

‘’Kami mencatat di 2019 nilai investasi yang terdaftar sebanyak 1,4 triliyun. Sedangkan 2020 mencapai Rp 2 triliun lebih,’’ kata Sapto, Minggu (21/2/2021).

Dari angka tersebut, persentase perizinan didominasi oleh pelaku usaha UMKM, hingga 60 persen.

"Itu yang nilai investasinya di bawah nilai Rp 1 miliar. Jadi bisa dikategorikan pendaftar izin usaha ini adalah usaha industri rumah," ungkapnya

Sedangkan usaha dengan nilai investasi di atas 1 miliar merupakan kriteria perizinan usaha menengah ke atas atau manufaktur.

"Mulai pabrik, properti, rumah sakit dan lain sebagainya,’’ lanjutnya.

Lebih lanjut, untuk mendorong semakin tingginya geliat perekonomian di Ponorogo, pelaku usaha dimanjakan dengan adanya OSS atau perizinan terpadu online.

OSS ini diklaim bisa memudahkan pelaku usaha dalam mengurus perizinan usaha. 

Salah satu contohnya, pemohon tidak perlu lagi repot datang ke kantor DPMPTSP Ponorogo, namun cukup dengan online.

"Tetapi sebagian pemohon masih belum memahami sistem online itu. Ada beberapa yang masih perlu pendampingan oleh petugas,’’ terang Sapto.

Ia berharap kedepannya pelaku usaha mampu memahami sistem OSS ini.

Karena di masa Pandemi Covid-19, pengurusan izin online ini cukup efektif untuk meminimalisasi kerumunan pelaku usaha yang mengurus izin ke kantor.

‘’Jika memang terpaksa harus datang ke kantor harus menerapkan protokol kesehatan lengkap. Kami siapkan petugas yang mendampingi pemohon mengurus izin di kantor,’’ pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved