Breaking News:

Berita Malang Raya

PPKM di Kota Malang Tak ada Batas Waktu, Seperti Ini Skema Penerapan WFH dan WFO

Salah satunya dengan menerapkan sistem bekerja di rumah (WFH) dan bekerja di kantor (WFO) dengan perbandingan 50:50.

surya.co.id/rifky edgar
Wali Kota Malang Sutiaji 

SURYA.CO.ID, MALANG - Evaluasi terus dilakukan Pemerintah Kota Malang saat penerapan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang.

Salah satunya dengan menerapkan sistem bekerja di rumah (WFH) dan bekerja di kantor (WFO) dengan perbandingan 50:50.

Kebijakan ini diperbarui setelah sebelumnya aturan WFH dan WFO memiliki perbandingan 75:25.

"PPKM Mikro tidak usah ada batasan waktu. Nanti akan terus kami evalusi. Seperti WFH WFO 50:50 dan untuk unit usaha perbandingannya 75:25 dengan memberlakukan pembatasan pengunjung sebesar 50 persen," ucapnya belum lama ini.

Dengan menerapkan PPKM Mikro tanpa ada batasan waktu ini, Sutiaji optimistis, Kota Malang dapat mengendalikan penyebaran Covid-19.

Pasalnya, selama PPKM Mikro berlangsung, jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang mengalami penurunan.

Baca juga: Dua Pemuda Surabaya Ditangkap Usai Beli Sabu, Terungkap Kejahatan Lain yang Mereka Lakukan

Baca juga: Toko Sekaligus Tempat Produksi Kue di Kabupaten Kediri Terbakar, Berawal Selang Gas Elpiji Bocor

Baca juga: Proses Penguburan 51 Ikan Paus yang Mati Terdampar di Bangkalan, Dua Eskavator Diturunkan

Begitu juga dengan bed occupancy rate (BOR) di tiap rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang juga mengalami penurunan pasien.

"Pelan tapi pasti ekonomi dan sosial kita terus meningkat, dan Covid-19 harus bisa dikendalikan," ucapnya.

Selain itu, dengan pembentukan posko Covid-19 di masing-masing kelurahan hingga tingkatan RT diharapkan oleh Sutiaji dapat berjalan secara maksimal.

Posko tersebut yang nantinya akan memantau mobilitas orang. Baik warga yang tinggal di daerah tersebut maupun bagi para tamu maupun pendatang.

"Karena pembatasan mobilitas orang ini diawasi di RT RW. Seperti halnya kita yang datang ke rumah juga kembali ke RT RW. Dengan begitu maka akan terpantau. Koordinasi dan laporan harus ada. Misalkan kalau ada yang sakit bisa langsung dibawa ke Puskesmas terdekat," tandasnya. (Rifky Edgar)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved